Gejala Gangguan Proses Mendengar

Tanpa disadari, di antara pembaca bisa saja sedang mengalami gangguan proses mendengar. Kondisi tersebut merupakan suatu masalah ketika otak tidak bisa memproses suara yang diterima dengan baik. Berkaca dari beberapa kasus, adapun yang sering dialami adalah kesalahan dalam mendengar kata atau kalimat.

Kasus yang dimaksud adalah ketika seseorang salah mendengar, seperti “penguasa” padahal yang sebetulnya diucapkan lawan bicaranya adalah “pengusaha”. Tentu kesalahan dalam mendengar sejenis itu banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Hanya saja, karena dianggap sepele, akhir tidak banyak orang yang menyadari dirinya tengah mengalami gangguan proses mendengar. Berkenaan dengan hal tersebut, sebetulnya di antara pembaca bisa saja mengetahuinya apabila tahu gejala-gejala dari gangguan pada telinga tersebut.

Adapun tanda-tanda dari gangguan proses mendengar adalah situasi di mana pengidap mengalami kesulitan mendengar dari orang lain sebagaimana yang sudah dicontohkan di atas. Kesulitan ini yang dimaksud adalah penderita tidak mendengar secara jelas. Selain itu, malah pada kondisi tertentu bukan tidak mendengar dengan jelas, melainkan salah mendengar kata yang diucapkan lawan bicara.

Jika sudah mengalami tanda tersebut, gejala berikutnya yang terjadi adalah sering meminta lawan bicara anda mengulangi kata-katanya. Hal ini memang masih berkaitan dengan gejala pertama yang sudah dijelaskan tadi. Memang, sangat wajar ketika orang tidak mendengar dengan jelas lalu meminta lawan bicaranya untuk mengulanginya lagi, tapi dalam segi kesehatan ini bisa saja tanda anda mengalami gangguan pendengaran.

Gejala-gejala lainnya dari gangguan proses mendengar adalah kondisi di mana pengidap mengalami kesulitan berkomunikasi apabila lawan bicaranya tidak ada dihadapannya. Tanda ini merujuk dari contoh kasus, seperti di kantor atau di kelas ketika seseorang yang ada di belakang menegur atau berbicara sesuatu.

Tanda berikutnya dari gangguan yang menyerang telinga tersebut adalah ketika penderita tanpa sadar mendengarkan suara dengan tingkat volume lebih tinggi daripada orang pada umumnya. Kondisi ini tanpa disadari terjadi ketika mendengarkan lagu atau saat menonton televisi.

Mungkin, awalnya penderita akan menganggap volume suara tersebut normal-normal saja. Namun, apabila dari kebiasan tersebut anda ditegur oleh keluarga atau teman, maka anda patut curiga kalau sedang mengalami gangguan proses mendengar.

Dari penjelasan di atas, kita dapat mengetahui beberapa gejala yang bakal dialami seseorang apabila mengalami gangguan proses mendengar. Memang kerap kali kondisi itu dianggap sepele, tetapi tetap saja tidak bisa dianggap remeh karena bisa saja berujung fatal.

Meski demikian, sebetulnya kita bisa melakukan pencegahan agar terhindar dari gangguan pada telinga tersebut. Langkah yang perlu diperhatikan adalah dengan rutin menjaga kebersihan pada telinga. Membersihkan kotoran pada telinga ini bertujuan untuk menghindari infeksi.

Upaya pencegahan berikutnya adalah dengan menghindari cedera atau benturan pada bagian telinga. Hal ini karena benturan bisa saja membikin gendang telinga menjadi bermasalah dan kemudian dapat mengakibatkan terjadinya gangguan proses mendengar.

Selanjutnya, langkah yang bisa diambil agar tidak mengalami gangguan proses mendengar adalah dengan tidak mendengarkan sesuatu dengan volume keras. Ini perlu diperhatikan terutama bagi mereka yang suka mendengarkan musik dengan headset, karena biasanya tanpa sadar suka menaikan volume suara.

Itulah hal-hal yang bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kita terhindar dari gangguan proses mendengar. Sekali lagi, karena pada beberapa kasus gangguan tersebut bisa berdampak buruk, alangkah baiknya kita mencegahnya daripada menunggu harus terjadi lebih dahulu.

Kalaupun di antara pembaca ada yang tengah mengalami gangguan proses mendengar, alangkah baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut. Sekali lagi, jangan pernah meremehkan gangguan tersebut.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>