Waspadai 5 Jenis Penyakit Anak-anak yang Sering Menyerang Balita

Sebagai orangtua, tentu Anda pernah menangani penyakit anak-anak yang umumnya sering dijumpai, seperti sakit telinga, pilek, atau diare. Namun, ada banyak penyakit anak-anak lainnya yang patut diketahui karena sering terjadi di Asia.

1. RSV

Singkatan dari Respiratory Syncytial Virus (RSV) merupakan penyakit infeksi saluran pernafasan. Jika anak berusia di bawah 2 tahun atau riwayat jantung, penyakit ini bisa menyebabkan pneumonia.

Gejalanya seperti demam, pilek atau hidung tersumbat dan batuk. Selain itu, bayi akan mengalami iritasi dan gangguan pernapasan. Obat yang disebut dengan Synagis atau palivizumab biasanya dianjurkan dokter untuk mencegah RSC pada bayi.

2. Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut

Umumnya disebabkan karena virus dan menular, akan tetapi tidak terlalu serius. Penyakit anak-anak ini menyerang di usia balita. Si kecil dapat tertular melalui air liur, cairan luka, atau dari feses/kotoran.

Gejalanya ditandai dengan demam, sakit tenggorokan, dan nafsu makan yang berkurang. Setelah beberapa hari, anak akan mengalami sakit di bagian belakang tenggorokan; ruam kulit pada telapak tangan dan kaki; serta kadang ruam di bagian area kulit yang terkena popok.

Untungnya, penyakit anak-anak ini bisa sembuh dengan sendirinya dalam 7-10 hari tanpa pengobatan.

3. Radang Tenggorokan

Paling sering disebabkan oleh virus dan bisa berlangsung selama satu minggu atau kurang. Gejala diawali dengan batuk di malam hari, pilek, demam dan sakit saat menelan ludah.

Sebaiknya, gunakan humidifier atau berikan anak uap air panas yang dicampur sedikit balsem untuk dihirup uapnya. Lakukan selama 10 menit agar saluran pernapasan menjadi lebih lega dan membuat anak lebih nyaman saat beristirahat.

4. Demam Berdarah

Penyakit anak-anak ini dahulu sangat ditakuti karena belum ada obatnya. Namun, di era modern penyakit yang disebabkan infeksi virus Dengue ini sudah dapat diobati.

Gejala yang ditimbulkan di antaranya sakit tenggorokan, dan muncul ruam-ruam berwarna kemerahan yang menyebar ke seluruh tubuh. Untuk menangani penyakit anak-anak demam berdarah, segera bawa anak ke dokter.

5. Penyakit Kawasaki

Penyakit anak-anak ini menimbulkan peradangan pembuluh darah di seluruh tubuh. Penyebabnya tidak diketahui secara pasti, dan saat ini sudah sangat jarang. Akan tetapi, anak laki-laki yang berusia di bawah 5 tahun di kawasan Asia Pasifik berpotensi besar terjangkit.

Penyakit Kawasaki bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Namun, sebaiknya tetap waspada dan segera dibawa ke dokter untuk memastikan kondisi anak.

Gejala penyakit anak-anak ini biasanya mengalami demam selama 5 hari, bagian mata, bibir dan lidah anak berwarna kemerahan. Selain itu, bagian kaki dan tangan juga muncul kemerahan.

Tidak ada cara untuk mencegah penyakit anak-anak ini, namun tidak perlu khawatir karena penyakit Kawasaki tidak menular. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Terapkan gaya hidup sehat dengan sering mencuci tangan memakai sabun agar si kecil senantiasa terhindar dari penyakit anak-anak.

Read More

Waspadai Infeksi Kulit Berikut Ini Pascaoperasi Caesar

Infeksi kulit pasca operasi Caesar bisa saja terjadi. Luka pada kulit ini dibiasanya terjadi karena infeksi bakteri di situs insisi bedah. Tanda-tanda umum yang termasuk ke dalam infeksi kulit setelah operasi adalah demam dengan suhu 38-39,4 derajat Celcius, sensitivitas luka, adanya kemerahan, pembengkakan, dan nyeri perut bagian bawah. Luka ini harus segela diobati, untuk mencegah komplikasi dari infeksi tersebut.

Beberapa wanita mungkin rentan mengalami luka setelah operasi Caesar. Luka tersebut bisa disebabkan karena faktor-faktor berikut ini.

  • Kegemukan
  • Diabetes atau gangguan imun seperti HIV
  • Infeksi cairan amniotic dan membran janin selama persalinan
  • Mendapatkan steroid jangka panjang melalui mulut atau intravena
  • Perawatan prenatal yang buruk
  • Pernah menjalani operasi Caesar sebelumnya
  • Kurangnya antibiotik atau perawatan antimikroba
  • Persalinan dengan durasi yang lama
  • Kehilangan darah dalam jumlah banyak selama persalinan atau operasi

Berdasarkan penelitian yang dilakukan tahun 2012 oleh South African Medical Journal, wanita yang menerima jahitan nilon setelah persalinan Caesar juga lebih mungkin mengalami infeksi kulit. Jahitan staples juga dapat membuat infeksi. Kebanyakan orang akan memilih jahitan yang terbuat dari poliglikolida (PGA), karena jahitannya dapat diserat dan terurai.

Jika Anda menjalani operasi Caesar, sangat penting untuk memantau luka dan mengikuti petunjuk dari dokter setelah operasi. Jika Anda tidak dapat melihat lukanya, maka minta bantuan orang terdekat untuk terus memantaunya setiap 2 hari sekali untuk memperhatikan tanda infeksi kulit. Melahirkan dengan operasi Caesar juga dapat menempatkan Anda pada risiko terhadap masalah lain, seperti pembekuan darah.

Hubungi dokter untuk berkonsultasi dan mencari perawatan medis jika Anda mengalami gejala-gejala seperti ini:

  • Sakit perut yang berlebihan
  • Kemerahan di situs insisi
  • Pembengkakan di situs insisi
  • Keluarnya nanah dari situs insisi
  • Rasa sakit di sayatan yang memburuk
  • Demam lebih dari 38 derajat Celsius
  • Buang air kecil terasa sakit
  • Kotoran dari vagina berbau tidak sedap
  • Pendarahan
  • Nyeri atau bengkak pada kaki

Beberapa infeksi luka pascaoperasi Caesar akan ditangani sebelum pasien keluar dari rumah sakit. Namun, infeksi kulit tidak muncul dengan cepat. Faktanya, banyak infeksi pascaoperasi yang muncul dalam beberapa minggu setelah melahirkan. Sebagian besar infeksi ini baru muncul pada diagnosis lanjutan dari dokter:

  • Adanya luka
  • Tidak adanya kemajuan penyembuhan
  • Adanya gejala infeksi umum
  • Adanya bakteri tertentu

Dokter mungkin harus membuka luka untuk mendiagnosis dan memberikan Anda perawatan yang tepat. Jika terdapat nanah, maka dokter akan menggunakan jarum untuk mengeluarkan nanah tersebut dari luka. Cairan itu dapat dikirim ke laboratorium untuk mengidentifikasi masalah.

Infeksi kulit pascaoperasi Caesar akan dikategorikan sebagai luka selulitis atau abses luka (abdominal). Infeksi ini juga dapat menyebar dan menyebabkan masalah dengan organ, kulit, darah, serta jaringan lokal di sekitarnya.

  1. Selulitis

Luka ini biasanya disebabkan oleh bakteri bernama staphylococcal atau streptokokus. Keduanya merupakan bagian dari bakteri normal yang ditemukan pada kulit. Dengan adanya selulitis, jaringan yang terinfeksi di bawah kulit akan meradang. Kemerahan dan bengkak tersebut akan menyebar dengan cepat dari sayatan bedah ke luar kulit yang ada di dekatnya. Kulit yang terinfeksi ini biasanya hangat dan lembut saat disentuh. Secara umum, nanah tidak akan muncul dari dalam sayatan.

  • Abdominal

Kondisi abses luka ini disebabkan oleh bakteri yang sama dengan selulitis dan bakteri lainnya. Infeksi di tempat bekas pembedahan akan kemerahan, terasa lembut, dan bengkak di sepanjang tepi sayatan. Nanah akan keluar dari luka tersebut. abses dapat terbentuk pada insisi uterus, jaringan parut, ovarium, dan jaringan lain atau organ di dekat infeksi itu terjadi.

Bakteri yang menyebabkan luka abses juga dapat menimbulkan endometritis yaitu iritasi operasi Caesar dari lapisan uterus yang akan menyebabkan:

  • Rasa sakit
  • Pendarahan yang abnormal
  • Pembengkakan
  • Demam
  • Rasa tidak nyaman
Read More

10 Tips Kehamilan untuk Kesehatan Ibu dan Janin

Tips kehamilan sehat bukan hanya terbatas pada cara menjaga konsumsi makanan bergizi bagi calon buah hati. Beberapa di antaranya justru banyak yang mengarah pada aktivitas fisik dan psikis, untuk menunjang kondisi bayi dalam kandungan. Nah, berikut ini adalah beberapa tips untuk mendukung kesehatan selama periode kehamilan.

1. Hentikan Kebiasaan Buruk

Menjaga kesehatan bukanlah hal yang mudah. Apalagi bila selama ini belum pernah sekalipun menerapkan pola hidup sehat. Sambil menunggu saat kehamilan tiba bersama pasangan, ada baiknya Anda mencoba untuk menerapkan gaya hidup sehat. Misalnya, berhenti rokok, menghindari alkohol, serta istirahat yang cukup.

2. Gunakan Sunscreen

Tips kehamilan sehat selanjutnya adalah dengan rutin menggunakan sunscreen sebelum beraktivitas di luar rumah. Mengapa harus memakai tabir surya? Sebab, kulit wanita hamil cenderung lebih sensitif. Jadi, sebaiknya ibu hamil memakai sunscreen dengan SPF 30+ untuk menjaga kondisi kulit.

3. Tetap Olahraga

Olahraga adalah anjuran bagi siapapun yang ingin hidup sehat, tak terkecuali bagi ibu hamil. Lakukan olahraga seperti biasanya. Dengan catatan, olahraga masih dalam taraf ringan dan memperhatikan kondisi kandungan bila sudah membesar.

4. Mempersiapkan Kebutuhan Setelah Persalinan

Penting bagi setiap calon orangtua untuk menghitung waktu kelahiran si kecil. Hal ini dilakukan agar ada persiapan yang matang saat persalinan tiba. Anda bisa mencatat hari perkiraan lahir (HPL), menyiapkan baju yang akan digunakan usai melahirkan, hingga menyiapkan musik yang ingin didengarkan.

5. Belajar Menjadi Ibu

Sebagai calon ibu, Anda juga harus banyak belajar dari buku maupun pengalaman orang-orang terdekat. Misalnya, memahami cara merawat bayi saat rewel atau cara memandikan bayi dengan benar di usia tertentu.

6. Mengonsumsi Buah

Buah-buahan merupakan makanan bernutrisi yang dibutuhkan bagi perkembangan janin serta kesehatan ibu. Buah diperkaya antioksidan untuk membantu ibu rileks serta memenuhi kebutuhan vitamin dan mineralnya.

7. Penuhi Kebutuhan Asam Folat

Asam folat bisa diperoleh dari sayuran hijau seperti bayam, brokoli, asparagus serta kacang-kacangan. Asam folat berperan dalam pembentukan janin, terutama pada trimester pertama kehamilan.

8. Pilih Sepatu yang Tepat

Sebelum memasuki usia kehamilan besar, anda bisa menggunakan sepatu lama dengan ukuran atau ketinggian sesuai keinginan. Akan tetapi, saat masa kehamilan memasuki trimester kedua, sebaiknya segera hentikan kebiasaan ini. Anda bisa mengganti sepatu dengan tipe flatshoes untuk menjaga kondisi tubuh serta memberikan kenyamanan saat bepergian.

9. Jaga Berat Badan

Berat badan ketika hamil memang akan bertambah secara signifikan. Itulah sebabnya, penting untuk mencatat setiap kenaikan berat badan dan membandingkannya dengan berat badan normal di masa kehamilan.

10. Ketahui Saat Tepat Hubungi Dokter

Untuk menghindari kepanikan, sebaiknya cari tahu saat yang tepat untuk menghubungi dokter ketika terjadi kontraksi pada kehamilan. Hal ini akan mengurangi risiko buruk yang mungkin terjadi. Itulah beberapa tips kehamilan sehat yang direkomendasikan. Penerapannya bisa dilakukan sebelum hamil hingga menunggu si kecil lahir. Dengan mempraktikkan tips di atas, semoga kesehatan Anda dan si kecil tetap terjaga, hingga persalinan tiba dan seterusnya.

Read More

5 Jenis Bentuk Tubuh yang Mencerminkan Kesehatan Anda

Bentuk tubuh dapat menentukan kesehatan seseorang. Sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan satu faktor ini. Ukuran bentuk tubuh seseorang menjadi penentu apakah ia sehat atau memiliki masalah kesehatan. Anda harus tetap mengontrolnya secara berkala ke dokter untuk melakukan check up. Penjelasan di bawah ini akan menggambarkan bentuk tubuh apa saja yang harus Anda perhatikan.

  1. Ectomorph

Ectomorph merupakan tipe kerangka yang lebih sempit, yang mana tulang dan sendi lebih tipis dan kecil. Postur badan seperti ini biasanya dimiliki oleh ballerina atau model. Namun, dengan bentuk tubuh seperti ini, berat badan Anda cenderung lebih cepat naik saat Anda bertambah tua. Hal ini terjadi karena tubuh Anda terbiasa memproses makanan dengan cepat sehingga sulit untuk membentuk otot.

  • Endomorph

Bentuk tubuh ini biasanya memiliki banyak lemak dan otot, bahu yang lebih kecil, serta struktur tulang yang besar. Biasanya postur tubuh ini dimiliki oleh para pemain American football. Postur tubuh seperti ini menunjukkan sangat mudah untuk berat badan naik, terutama pada bagian perut bawah dan pinggul sehingga sulit untuk menurunkan lemak di bagian ini.

  • Mesomorph

Postur tubuh seperti ini dimiliki oleh seseorang yang memiliki bahu lebar dan sangat atletis. Pemilik badan ini biasanya dimiliki oleh para pemain sepak bola atau pelari. Dengan bentuk tubuh seperti ini, Anda sangat mudah untuk mengurangi bahkan menaikkan berat badan karena tubuh Anda terbiasa dengan aktivitas seperti bodybuilding.

  • Pear Shape

Bentuk tubuh seperti buah pir ini adalah gabungan dari endomorph dan ectomorph. Anda yang memiliki postur tubuh ini menyimpan lemak berlebih di bagian pinggul dan bagian tubuh yang rapat. Biasanya postur tubuh ini dimiliki oleh kebanyakkan wanita.

  • Apple Shape

Apple Shape biasanya juga disebut sebagai perut bir, yang mengartikan bahwa lemak banyak tersimpan dalam perut sehingga membentuk berut yang buncit. Biasanya bentuk tubuh seperti ini banyak dimiliki oleh pria. Dengan bentuk tubuh seperti ini, Anda memiliki resiko tinggi terkena serangan jantung, kanker, diabetes tipe 2, dan koresterol yang tinggi.

Akan tetapi, tidak selamanya dokter menentukan kesehatan seseorang dengan bentuk tubuh yang terlihat. Mereka akan menggunakan beberapa cara untuk mengukur seberapa banyak lemak yang ada dalam tubuh Anda. Salah satu cara yang dilakukan oleh para dokter adalah dengan BMI (Body Mass Index). BMI sendiri menggunakan metode perhitungan gabungan dari tinggi dan berat badan Anda. Dengan pengukuran BMI di atas 25 menunjukkan bahwa Anda memiliki kelebihan berat badan, sementara di atas 30 menunjukkan bahwa Anda sudah obesitas. Sayangnya, cara ini bukan cara yang tepat untuk mengetahui di mana posisi lemak Anda berada karena lemak cenderung bergerak. Ada baiknya Anda melakukan pengukuran manual pada beberapa bagian tubuh seperti mengukur pinggang. Ukuran normal bagi pinggang perempuan adalah 35 inch sementara laki-laki adalah 40 inch. Dengan angka ini menunjukkan bahwa Anda memiliki tubuh yang sedikit besar

Read More

Dilema Berat Wanita Setelah Melahirkan, Memilih Bekerja Atau Di Rumah?

Bingung harus mempertahankan karir dan pendapatan atau mengasuh bayi? Memilih bekerja atau di rumah memang rumit, karena persoalan ini tidak hanya melulu seputar masalah finansial saja. Dewasa ini, banyak wanita dari berbagai latar belakang ekonomi yang lebih memilih mengasuh anak di rumah. Jika Anda termasuk yang masih bingung memilih bekerja atau di rumah, poin-poin berikut mungkin bisa membantu Anda membuat keputusan:

  1. Finansial

Kondisi finansial tentunya adalah faktor penting dalam memilih bekerja atau di rumah. Biaya-biaya kebutuhan primer seperti sandang, pangan, papan, dan kesehatan harus dipertimbangkan dengan masak-masak. Setiap rumah punya kebutuhan finansial yang berbeda-beda, jadi tentunya pilihan ini kembali lagi kepada perhitungan pendapatan dan biaya yang dibutuhkan.

Diskusikan masalah finansial ini dengan pasangan, dan jika Anda berdua membutuhkan bantuan, coba diskusikan dengan ahli finansial untuk memberikan solusi secara profesional.

  1. Preferensi Pribadi

Perasaan Anda penting dalam memilih bekerja atau di rumah, karena akan ada pengaruhnya terhadap kehidupan anak juga. Para ahli mengatakan bahwa tingkat kepuasan ibu dan kualitas waktu yang diluangkan bersama anak adalah komponen terbesar terhadap perkembangan intelektual dan emosional anak, serta menentukan kemampuannya untuk sukses di kemudian hari. Artinya, ibu yang berbahagia terhadap kualitas hidupnya akan lebih puas dan memiliki hubungan dengan anak yang lebih baik.

  1. Dukungan Pasangan

Dukungan pasangan juga penting dalam memilih bekerja atau di rumah. Jika pasangan tidak puas dengan keputusan Anda untuk di rumah, maka mereka dikhawatirkan menjadi enggan membantu kebutuhan rumah, membesarkan anak, dan sebagainya. Sebaliknya, jika memilih bekerja, maka bisa saja pasangan menilai tindakan Anda egois. 

Daripada mengambil keputusan secara terburu-buru, coba evaluasi dalam jangka waktu 6 bulan kondisi yang sedang berjalan. Pikirkan potensi-potensi yang mungkin muncul dan cara mengatasinya, misalnya jika ibu bekerja maka harus ada solusi antar jemput anak dan sebagainya.

  1. Dukungan Teman

Apapun keputusan dari memilih bekerja atau di rumah, pastikan Anda punya dukungan dari teman atau keluarga yang siap mendengarkan. Jika memilih tinggal di rumah, Anda akan menemukan wanita lain dengan pilihan yang sama di lingkungan sekitar rumah. Jika memilih bekerja, Anda juga disarankan untuk bersosialisasi dengan wanita yang memiliki kondisi sama. Komunitas ini akan memberikan bantuan dan dukungan karena paham akan dilema yang dihadapi.

  1. Karir dan Lingkungan Kerja

Posisi karir dan lingkungan kerja yang bersahabat akan mempersulit memilih bekerja atau tinggal di rumah. Sebaliknya, jika pimpinan kantor tidak fleksibel dan pengertian, maka akan mudah untuk memilih tinggal di rumah. Namun sebelum Anda gegabah, pertimbangkan  juga kemungkinan untuk kembali bekerja setelah berhenti dari perusahaan sekarang. Cari tahu cara untuk tetap relevan di bidang pekerjaan Anda, jika dibutuhkan. 

  1. Kultur Sosial

Tradisi atau norma-norma sosial sering mendikte wanita untuk memilih tinggal di rumah daripada bekerja. Wanita karir mungkin akan merasa bersalah jika harus meninggalkan anak di rumah saat bekerja. Banyaknya penekanan terhadap asuhan ibu demi kebaikan anak juga akan membuat pilihan ini kian dilematis.

Terlepas dari didikan dan normal sosial, cara terbaik adalah menganalisa kembali kebutuhan Anda, termasuk target dan tujuan dalam hidup. Prioritaskan kebahagiaan Anda karena ibu yang bahagia membuat keluarga lebih bahagia.

Apapun keputusan Anda dalam memilih bekerja atau tinggal di rumah, ingat bahwa tidak ada yang sempurna dalam membesarkan anak. Cari tahu definisi orangtua terbaik menurut Anda dan jangan menyesal terhadap perubahan yang terjadi dari keputusan Anda. Terakhir, ingat bahwa tidak ada hal yang mutlak. Artinya Anda juga harus fleksibel dan berpikiran terbuka. Perubahan pasti akan terjadi, dan saran terbaik untuk Anda adalah tetap menjalani dengan penuh semangat dan keikhlasan.

Read More

Cara Pemakaian Minyak Alpukat untuk Kecantikan Kulit

Minyak alpukat atau avocado oil seringkali dipakai sebagai bahan masakan di Amerika Latin dan Eropa. Minyak yang diproduksi dari buah alpukat ini merupakan sumber antioksidan tinggi, asam lemak esensial, mineral dan vitamin. Jadi, tidak salah jika Anda memanfaatkan minyak alpukat untuk menjaga kecantikan kulit.

Manfaat Minyak Alpukat

Manfaat minyak alpukat atau avocado oil untuk kulit sangat beragam. Salah satunya berfungsi sebagai pelembap kulit atau tabir surya alami. Kandungan antioksidan dan antiinflamasi dalam minyak alpukat membuat kulit lebih halus, elastis dan berkilau. Berikut adalah beberapa manfaat minyak alpukat:

  • Mengurangi rasa gatal pada kulit
  • Menyembuhkan kulit yang pecah-pecah
  • Melembapkan kulit kering
  • Melindungi kulit dari paparan sinar matahari
  • Mencegah kerusakan kulit

Penelitian tentang Minyak Alpukat

Para peneliti telah melaporkan bahwa minyak alpukat dapat dicampur ke dalam produk perawatan kulit, seperti krim atau produk perawatan kulit. Kandungan beta karoten, protein, lesitin, asam lemak, dan vitamin A, vitamin D, dan vitamin E yang ditemukan dalam minyak alpukat, membantu melembabkan dan melindungi kulit dari kerusakan sinar UV. Avocado oil juga berguna untuk serta meningkatkan metabolisme kolagen.

Sebuah studi pada 2015 menemukan bahwa krim kulit topikal yang mengandung minyak alpukat, tea tree oil, dan minyak jojoba memiliki efek antimikroba yang positif. Selain itu, kandungan asam linoleat, asam oleat, dan asam lemak monosaturated lainnya dalam minyak alpukat, dapat mempercepat penyembuhan luka.

Cara Pemakaian Minyak Alpukat untuk Kulit       

Avocado oil bisa ditambahkan ke dalam losion, pelembap wajah, masker, maupun krim antipenuaan. Ikuti langkah-langkahnya berikut ini.

  1. Campurkan dengan losion/pelembap kulit
    Pijat bagian kulit yang pecah-pecah dengan memakai avocado oil sesudah mandi. Anda juga bisa menambahkan beberapa tetes avocado oil ke dalam losion pilihan.

  2. Gunakan sebagai pelembap wajah
    Isi 2/3 botol pelembap wajah dengan minyak alpukat. Kemudian, pilih minyak lain seperti tea tree oil untuk mengisi 1/3 botol sisanya. Tambahkan 3 tetes minyak lavender atau mawar. Tutup rapat botol, lalu kocok semua bahan tersebut hingga tercampur rata.

  3. Campurkan dengan alpukat
    Potong buah alpukat matang dan masukkan ke wadah. Tambahkan 3 tetes minyak alpukat dan haluskan alpukat dengan memakai sendok, sampai teksturnya menyerupai pasta. Oleskan campuran ini ke wajah sebagai masker. Diamkan selama 10-15 menit, kemudian cuci wajah dengan air hingga bersih.

  4. Campurkan dengan minyak kelapa
    Tak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk membeli krim antipenuaan. Anda bisa mengandalkan avocado oil untuk memperoleh kulit awet muda. Caranya, campurkan ¼ cangkit minyak alpukat dengan 2 sendok minyak kelapa. Kemudian, tambahkan 2 sendok bee wax, ½ sendok teh minyak vitamin E, dan 1 sendok shea butter. Tempatkan campuran ini dalam botol kaca. Panaskan botol dan isinya di dalam 4 inci air mendidih. Aduk perlahan agar semua bahan di dalamnya meleleh dan tercampur rata. Selanjutnya, tuang krim ke dalam botol kaca lain yang lebih kecil. Biarkan hingga campuran mengeras. Tutup wadah dengan rapat dan simpan di tempat sejuk

Siap tampil cantik dengan minyak alpukat? Selamat mencoba!.

Read More