Pahami Produk Double Cleansing Sesuai Jenis Kulit

Setelah seharian menggunakan makeup, kita harus membersihkan wajah secara optimal. Agar makeup terhapus secara menyeluruh, kita bisa menggunakan metode double cleansing untuk mengangkat sisa-sisa kotoran, debu, maupun makeup yang menempel di wajah.

Double cleansing merupakan metode membersihkan wajah yang penting untuk kita lakukan setiap hari. Double cleansing memerlukan dua tahap pembersihan wajah dengan menggunakan dua jenis cleanser yang berbeda.

Tahap pertama dengan menggunakan oil-based cleanser dan tahap kedua menggunakan face wash. Agar memberikan hasil yang maksimal, Anda sebaiknya memilih jenis produk yang sesuai dengan jenis kulit Anda. Apa saja yang harus diperhatikan?

  • Double Cleanser untuk Kulit Normal

Bagi Anda yang memiliki kulit normal atau kombinasi, pilihlah produk yang mampu mengembalikan keseimbangan kulit, serta memperbaiki tekstur dan rona wajah sekaligus. Anda bisa mencari oil-based cleanser yang kaya nutrisi dan memiliki kandungan ceramides yang mampu membuat kulit lebih lembap.

Untuk tahap ke dua, Anda bisa menggunakan cleanser berbentuk foam yang mampu mengangkat residu cleansing oil dengan baik. Pilihlah produk dengan klaim pH seimbang agar kulit dapat mengikat kelembapan, memiliki tekstur yang lebih baik, serta mencerahkan rona wajah.

  • Double Cleanser untuk Kulit Sensitif atau Acne Prone

Jenis kulit sensitif sangatlah rentan terhadap iritasi, sehingga pemilik jenis kulit ini harus memilih produk yang lembut untuk kulitnya. Untuk mencegah hal ini terjadi, pilih produk double cleansing oil yang bersifat lembut, serta kaya akan anti-oksidan dan anti-inflamasi seperti vitamin E, lidah buaya, atau glycolic acid. Pada tahap kedua pastikan Anda menggunakan produk yang bersifat fragrance-free, hypoallergenic, paraben-free, dan soap free untuk mengurangi risiko kulit mengalami iritasi.

  • Produk Double Cleansing untuk Kulit Berminyak

Untuk Anda yang memiliki kulit berminyak, gunakan cleansing oil sebagai pembersih pertama. Cleansing oil mampu mengangkat kotoran, sisa makeup, serta sebum yang terkumpul pada wajah. Saat menggunakan cleansing oil, pastikan kulit wajah berada dalam kondisi yang kering

Selanjutnya lakukan pembersihan dengan menggunakan gel atau clay cleanser yang lembut untuk kulit dan tidak meninggalkan rasa kulit tertarik setelah penggunaanya. Meskipun memiliki kulit berminyak, Anda tetap perlu menjaga agar kelembapan dan hidrasi kulit tetap terjaga.

  • Double Cleanser untuk Kulit Kering

Terlalu sering mencuci wajah akan membuat kulit kering menjadi semakin kering. Sangat penting bagi pemilik kulit kering untuk memilih pembersih yang mampu menjaga kelembapan kulit, seperti cleansing balm. Pilihlah produk dengan kandungan shea butter, coconut oil, atau emollients lainnya untuk membantu mengembalikan kelembapan kulit.

Karena lebih mudah mengalami kemunculan tanda-tanda penuaan, sebaiknya pemilik kulit kering memilih produk yang dilengkapi kandungan anti-aging seperti vitamin C, teh hijau, atau hyaluronic acid. Sesudah membilas wajah hingga bersih, segera aplikasikan skin care dalam kondisi wajah yang masih lembap untuk membantu mengunci kelembapan.

Ingat selalu bahwa melakukan double cleansing terlalu sering dan berlebihan juga dapat membuat kelenjar atau minyak yang diproduksi secara alami oleh kulit wajah Anda berkurang atau bahkan hilang. Untuk menghindari beberapa efek negatif dari double cleansing, Anda harus tahu dan paham bagaimana kondisi dan karakter kulit wajah.

Sebaiknya Anda makukan double cleansing sesuai kebutuhan saja, semisal pada hari itu Anda sedang banyak beraktivitas di luar ruangan sehingga terpapar oleh banyak debu dan polusi, atau pada saat Anda menggunakan makeup yang tebal.

Read More

Kenali Betul Penyebab dan Pertolongan Pertama Obati Nafas Pendek

Pernahkah Anda merasa kesulitan bernapas, sesak napas, atau nafas pendek? Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan dyspnea yang ditandai dengan gejala dada yang terasa menyempit. Beberapa orang mengalami kesulitan untuk bernapas secara leluasa, rasa nyeri di sekitar dada, hingga terasa seperti tercekik.

Faktor penyebab nafas pendek yang perlu Anda tahu

Nafas pendek sebenarnya umum terjadi, seperti ketika Anda baru selesai melakukan olahraga berat atau intens. Lebih jelasnya mengenai penyebab nafas pendek, dapat Anda simak di bawah ini:

  1. Asma: sesak nafas atau nafas pendek merupakan salah satu gejala yang paling umum dikeluhkan oleh penderita asma.
  1. Sarkoidosis: gangguan kesehatan ini terbilang cukup langka. Ketika seseorang mengalami sarkoidosis, tubuhnya akan mengalami peradangan di beberapa area tubuh secara bersamaan, seperti di area kulit, mata, paru-paru, bahkan limpa.
  1. Alergi:faktor alergi, seperti menghirup debu atau terkena udara dingin juga dapat menyebabkan seseorang mengalami nafas pendek. Kondisi ini dapat menjadi tanda, bahwa reaksi alergi yang terjadi cukup berbahaya atau dikenal dengan anafilaksis yang perlu diobati secepatnya.
  1. Penyakit paru-paru: berbagai penyakit paru menyebabkan seseorang mengalami nafas pendek. Penyakit paru-paru yang berisiko menyebabkan kesulitan bernapas, yaitu edema paru, embolisme paru, pneumonia, hingga tuberkulosis (TBC).
  1. COVID-19: selain demam dan batuk, nafas pendek merupakan salah satu gejala yang dikeluhkan oleh penderita COVID-19. Kondisi penderita COVID-19 dapat berubah menjadi lebih parah dalam waktu yang cukup singkat.
  1. Penyakit jantung: nafas pendek juga berkaitan dengan penyakit jantung, seperti kelainan irama jantung (aritmia), gagal jantung kongestif, serangan jantung, dan gangguan lainnya pada organ jantung.

Bagaimana memberikan pertolongan pertama untuk mengobati nafas pendek?

Nafas pendek perlu diatasi berdasarkan penyebab kondisi itu sendiri. Namun, Anda tetap dapat melakukan beberapa langkah mudah sebagai pertolongan pertama untuk mengobati nafas pendek, seperti di bawah ini:

  1. Bernapas menggunakan diafragma

Bagaimana bernapas menggunakan diafragma ini dilakukan? Teknik pernapasan ini perlu dilakukan dalam posisi duduk. Selanjutnya, Anda perlu memastikan bahwa bahu, kepala, dan leher berada dalam posisi serileks mungkin. Lalu, letakkan telapak tangan di atas perut dan cobalah untuk bernapas dengan menggunakan hidung. Sambil melakukan langkah ini, rasakan gerakan perut ketika bernapas agar fokus tetap terjaga.

Napas perlu dikeluarkan dengan cara dihembuskan, seperti bersiul. Lakukan teknik pernapasan diafragma ini sekitar 5 menit.

  1. Duduk dengan posisi membungkuk

Cobalah untuk duduk dengan mencondongkan badan ke arah depan dan secara bersamaan bertumpu pada siku. Jika Anda telah siap dalam posisi ini, maka cobalah untuk bernapas seperti biasa. Jika di depan Anda terdapat meja, cobalah untuk membaringkan kepala ke atas meja dengan bertumpu pada lengan maupun bantal.

  1. Pursedlip breathing

Cara sederhana lainnya untuk mengatasi nafas pendek, yaitu dengan melemaskan leher dan pundak, lalu bernapas melalui hidung, dan mengeluarkan nafas secara perlahan melalui mulut dengan posisi bibir seperti bersiul.

Teknik pursedlip breathing akan membantu Anda dalam mengeluarkan udara yang tersimpan di paru-paru. Teknik ini dapat dilakukan secara bersamaan ketika sedang melakukan aktivitas berat, seperti menaiki tangga, mengangkat barang muatan berat, atau membungkuk.

Read More

Insufisiensi Vena

Insufisiensi vena merupakan kondisi ketika pembuluh darah balik atau vena mengalami kesulitan dalam mengalirkan darah dari bagian kaki ke jantung. Insufisiensi vena menyebabkan darah tidak kembali ke jantung dan penumpukan pembuluh darah pada bagian kaki.

Gejala

Seseorang yang mengalami insufisiensi vena bisa mengalami gejala sebagai berikut:

  • Gatal.
  • Kesemutan.
  • Kram.
  • Kesakitan.
  • Nyeri, namun berkurang ketika kaki diangkat.
  • Kaki terasa bengkak.
  • Iritasi kulit.
  • Perubahan warna kulit.
  • Kaki mengeluarkan luka.
  • Adanya varises pada permukaan kulit.
  • Kulit di bagian pergelangan kaki dan tungkai bawah menebal dan mengeras.

Penyebab

Insufisiensi vena biasanya disebabkan oleh pembekuan darah pada bagian vena dalam tungkai bawah dimana bagian tersebut merusak katup pada vena. Hal tersebut dapat menyebabkan darah dari kaki sulit kembali ke jantung. Jika seseorang mengalami insufisiensi vena dan duduk dalam waktu yang lama, maka akan memperburuk keadaan dengan memperbesar tekanan pada bagian vena dan memperlemah katupnya.

Faktor Risiko

Insufisiensi vena lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Selain itu, seseorang bisa memiliki risiko lebih besar terhadap insufisiensi vena jika mereka memiliki kondisi sebagai berikut:

  • Berusia lebih dari 50 tahun.
  • Memiliki berat badan yang berlebihan.
  • Sedang mengandung atau telah melahirkan beberapa kali.
  • Memiliki kebiasaan merokok.
  • Memiliki riwayat penyakit pembekuan darah.
  • Memiliki keluarga yang pernah mengalami insufisiensi vena.

Diagnosis

Jika Anda terkena insufisiensi vena, Anda sebaiknya periksa kaki Anda ke dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan melakukan diagnosis terhadap kondisi yang Anda alami. Dokter akan memeriksa kondisi Anda terlebih dahulu. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan yang meliputi ultrasonografi vaskular atau duplex sonografi vaskuler. Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan menempatkan perangkat kecil pada kulit yang terletak di atas vena. Alat tersebut menggunakan gelombang suara untuk melihat kondisi pembuluh darah, serta memeriksa kecepatan dan arah aliran darah pasien.

Selain menggunakan ultrasonografi vaskular atau duplex sonografi vaskuler, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan radiologi dengan sinar X atau pemindaian khusus. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah pasien mengalami penyakit lain sehingga dapat menyebabkan kaki mereka bengkak.

Pengobatan

Ada berbagai pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi insufisiensi vena. Salah satu pengobatan tersebut adalah menggunakan stoking kompresi dimana kegunaannya dapat menjaga aliran darah pada kaki. Hal tersebut juga dapat mengurangi risiko pembengkakan pada kaki dan pembekuan darah.

Selain stoking kompresi, prosedur medis lain dapat dilakukan dokter yang meliputi:

  • Sklerot

Sklerot merupakan jenis pengobatan yang meliputi air garam yang disuntikkan ke pembuluh darah pasien untuk mengurangi pengerasan pada vena.

  • Phlebectomy

Phlebectomy merupakan jenis pengobatan yang meliputi pembedahan untuk menghilangkan varises yang berada pada bagian bawah kaki.

  • Laser

Laser juga diperlukan untuk mengurangi risiko terhadap pembuluh darah.

  • Pengangkatan varises

Pengangkatan varises bisa dilakukan pada vena besar di kaki pasien.

Pencegahan

Berikut adalah cara-cara yang sebaiknya diterapkan untuk mencegah insufisiensi vena:

  • Berolahraga secara teratur.
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal.
  • Mengurangi waktu untuk duduk.
  • Hindari kebiasaan merokok.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda ingin bertemu dengan dokter, Anda sebaiknya persiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter.
  • Daftar riwayat medis, baik dari Anda sendiri maupun keluarga.
  • Daftar gejala yang Anda alami akibat insufisiensi vena.

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter juga akan menanyakan pertanyaan terkait dengan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala akibat insufisiensi vena terjadi?
  • Apa saja gejala yang Anda alami akibat insufisiensi vena?
  • Apakah Anda memiliki penyakit tertentu?

Kesimpulan

Insufisiensi vena merupakan gangguan pada tubuh yang perlu diwaspadai, karena dapat memicu berbagai gejala. Akan lebih rentan terhadap kondisi tersebut jika Anda memiliki faktor risiko seperti berusia lebih dari 50 tahun. Oleh karena itu, untuk mengatasi kondisi seperti ini, Anda dianjurkan untuk melakukan cara-cara yang disebutkan di atas.

Read More

Rekam Medis, Apa Saja yang Ada di Dalamnya?

Rekam Medis, Apa Saja yang Ada di Dalamnya?

Setiap kali Anda melakukan pemeriksaan ke dokter atau pemeriksaan kesehatan lainnya, seseorang pasti akan membuat catatan pada catatan medis mereka atau dengan sebutan lain rekam medis. Banyak penyedia layanan, seperti rumah sakit atau dokter yang menyimpan informasi sebagai catatan elektronik mereka. 

Lalu, apa sih sebenarnya isi dari rekam medis itu sendiri dan apa kegunaan dari rekam medis seseorang? Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai rekam medis. 

Apa rekam medis itu?

Rekam medis merupakan salah satu istilah atau sebutan lain ketika seseorang akan berkonsultasi pada fasilitas kesehatan. Rekam medis atau catatan kesehatan seseorang dibuat untuk memudahkan semua penyedia layanan perawatan medis untuk melihat informasi kesehatan seseorang. 

Misalnya saja, jika seorang dokter kulit akan memberikan resep, maka dokter akan memeriksa apakah dokter lain telah memberikan obat yang mungkin bereaksi buruk pada diri Anda. Nah, dengan memiliki catatan kesehatan seperti itu dapat membantu dokter ataupun tenaga medis lainnya dalam memberikan perawatan terbaik mereka. 

Apa saja yang ada pada rekam medis?

Setiap spesialis yang merawat Anda akan menyimpan arsip mereka sendiri, dan semuanya adalah bagian dari catatan medis Anda. Umumnya ada sebuah program atau perangkat lunak yang mencakup informasi keseluruhan dari kesehatan Anda. 

Biasanya rekam medis berisi hal-hal dasar, seperti nama dan tanggal lahir Anda. Mereka pun mencakup informasi dari dokter keluarga, dokter gigi, atau dokter spesialis lainnya selama pemeriksaan. Catatan tersebut juga berisi tentang tes medis, perawatan, obat-obatan, dan catatan apapun yang dibuat oleh dokter yang pernah menangani Anda tentang kesehatan Anda. 

Catatan kesehatan tidak hanya tentang kesehatan fisik saja, namun bisa juga termasuk perawatan kesehatan mental. Jadi, jika Anda atau anggota keluarga mengikuti terapi mental ketika masih kecil, maka sampai dewasa pun catatan tersebut masih ada. 

Catatan medis biasanya menyertakan informasi berikut:

  • Nama Anda, tanggal lahir, golongan darah, dan kontak darurat
  • Tanggal pemeriksaan fisik terakhir
  • Tanggal dan hasil tes serta keadaan sebelumnya
  • Penyakit utama yang diderita 
  • Cedera yang pernah Anda alami
  • Segala macam penyakit yang pernah ditangani
  • Alergi terhadap makanan, obat-obatan, dan barang-barang lain yang dapat memicu
  • Daftar semua obat, dosis, dan berapa lama Anda mengonsumsinya
  • Penyakit kronis (jika ada)
  • Riwayat penyakit dalam keluarga Anda
  • Akomodasi apapun yang Anda perlukan untuk membuat keputusan medis, seperti penerjemah bahasa isyarat, informasi yang ditulis dengan huruf kapital, symbol gambar dan lain-lain.

Bagaimana jika rekam medis Anda salah?

Jika Anda melihat ada sesuatu catatan yang hilang atau merasa ada yang salah dalam rekam medis Anda, maka Anda berhak untuk meminta koreksi. Mungkin setiap rumah sakit ataupun penyedia layanan kesehatan memiliki aturan yang berbeda jika ingin merubah catatan medis milik Anda. jadi, ada baiknya untuk menanyakan terlebih dahulu bagaimana prosedur untuk kesalahan dan merubahnya. 

Siapa saja yang dapat melihat catatan medis Anda?

Informasi yang berada pada catatan medis Anda biasanya bersifat rahasia dan tidak sembarang orang bisa melihatnya. Umumnya, berikut beberapa orang yang dapat melihatnya:

  • Penyedia perawatan kesehatan lain bila diperlukan untuk mendukung suatu pengobatan atau perawatan Anda
  • Perusahaan asuransi dan beberapa grup lain yang bertanggung jawab untuk membayar dokter atau rumah sakit untuk perawatan kesehatan Anda
  • Badan kesehatan masyarakat bila diperlukan untuk melindungi kesehatan masyarakat lainnya. Misalnya, melaporkan tentang penyakit seperti campak atau flu yang ada di daerah lingkungan rumah tinggal Anda
  • Lembaga penegak hukum. Misalnya, jika Anda melaporkan adanya luka tembak atau kejahatan lain yang berpengaruh terhadap kesehatan Anda ke polisi
  • Orangtua atau wali, jika Anda masih di bawah umur
  • Keluarga atau kerabat dekat

Apakah perlu menyimpan catatan medis sendiri?

Beberapa layanan kesehatan menyarankan agar pasien menyimpan catatan medis pribadi mereka sendiri. Hal ini dilakukan jika Anda akan membawa rekam medis tersebut untuk mengunjungi dokter spesialis, dokter baru, ataupun jika Anda tiba-tiba harus mengunjungi ruang gawat darurat. Dengan begitu, catatan medis akan sangat berguna bagi dokter ataupun rumah sakit yang akan merawat Anda. 

Read More

Gejala Gangguan Proses Mendengar

Tanpa disadari, di antara pembaca bisa saja sedang mengalami gangguan proses mendengar. Kondisi tersebut merupakan suatu masalah ketika otak tidak bisa memproses suara yang diterima dengan baik. Berkaca dari beberapa kasus, adapun yang sering dialami adalah kesalahan dalam mendengar kata atau kalimat.

Kasus yang dimaksud adalah ketika seseorang salah mendengar, seperti “penguasa” padahal yang sebetulnya diucapkan lawan bicaranya adalah “pengusaha”. Tentu kesalahan dalam mendengar sejenis itu banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Hanya saja, karena dianggap sepele, akhir tidak banyak orang yang menyadari dirinya tengah mengalami gangguan proses mendengar. Berkenaan dengan hal tersebut, sebetulnya di antara pembaca bisa saja mengetahuinya apabila tahu gejala-gejala dari gangguan pada telinga tersebut.

Adapun tanda-tanda dari gangguan proses mendengar adalah situasi di mana pengidap mengalami kesulitan mendengar dari orang lain sebagaimana yang sudah dicontohkan di atas. Kesulitan ini yang dimaksud adalah penderita tidak mendengar secara jelas. Selain itu, malah pada kondisi tertentu bukan tidak mendengar dengan jelas, melainkan salah mendengar kata yang diucapkan lawan bicara.

Jika sudah mengalami tanda tersebut, gejala berikutnya yang terjadi adalah sering meminta lawan bicara anda mengulangi kata-katanya. Hal ini memang masih berkaitan dengan gejala pertama yang sudah dijelaskan tadi. Memang, sangat wajar ketika orang tidak mendengar dengan jelas lalu meminta lawan bicaranya untuk mengulanginya lagi, tapi dalam segi kesehatan ini bisa saja tanda anda mengalami gangguan pendengaran.

Gejala-gejala lainnya dari gangguan proses mendengar adalah kondisi di mana pengidap mengalami kesulitan berkomunikasi apabila lawan bicaranya tidak ada dihadapannya. Tanda ini merujuk dari contoh kasus, seperti di kantor atau di kelas ketika seseorang yang ada di belakang menegur atau berbicara sesuatu.

Tanda berikutnya dari gangguan yang menyerang telinga tersebut adalah ketika penderita tanpa sadar mendengarkan suara dengan tingkat volume lebih tinggi daripada orang pada umumnya. Kondisi ini tanpa disadari terjadi ketika mendengarkan lagu atau saat menonton televisi.

Mungkin, awalnya penderita akan menganggap volume suara tersebut normal-normal saja. Namun, apabila dari kebiasan tersebut anda ditegur oleh keluarga atau teman, maka anda patut curiga kalau sedang mengalami gangguan proses mendengar.

Dari penjelasan di atas, kita dapat mengetahui beberapa gejala yang bakal dialami seseorang apabila mengalami gangguan proses mendengar. Memang kerap kali kondisi itu dianggap sepele, tetapi tetap saja tidak bisa dianggap remeh karena bisa saja berujung fatal.

Meski demikian, sebetulnya kita bisa melakukan pencegahan agar terhindar dari gangguan pada telinga tersebut. Langkah yang perlu diperhatikan adalah dengan rutin menjaga kebersihan pada telinga. Membersihkan kotoran pada telinga ini bertujuan untuk menghindari infeksi.

Upaya pencegahan berikutnya adalah dengan menghindari cedera atau benturan pada bagian telinga. Hal ini karena benturan bisa saja membikin gendang telinga menjadi bermasalah dan kemudian dapat mengakibatkan terjadinya gangguan proses mendengar.

Selanjutnya, langkah yang bisa diambil agar tidak mengalami gangguan proses mendengar adalah dengan tidak mendengarkan sesuatu dengan volume keras. Ini perlu diperhatikan terutama bagi mereka yang suka mendengarkan musik dengan headset, karena biasanya tanpa sadar suka menaikan volume suara.

Itulah hal-hal yang bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kita terhindar dari gangguan proses mendengar. Sekali lagi, karena pada beberapa kasus gangguan tersebut bisa berdampak buruk, alangkah baiknya kita mencegahnya daripada menunggu harus terjadi lebih dahulu.

Kalaupun di antara pembaca ada yang tengah mengalami gangguan proses mendengar, alangkah baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut. Sekali lagi, jangan pernah meremehkan gangguan tersebut.

Read More

6 Pilihan Obat Kurang Darah yang Tersedia Secara Alami

Anemia merupakan suatu kondisi dimana tubuh kekurangan pasokan sel darah merah. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh defisiensi zat besi. Zat besi diperlukan dalam proses produksi sel darah merah serta menyalurkan darah ke seluruh tubuh.

obat kurang darah

Kekurangan folat, vitamin B, dan C juga dapat mengakibatkan anemia. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa mengonsumsi obat kurang darah. tersedia dalam bentuk suplemen ataupun obat minum cair.

Namun, menjalani diet sehat untuk anemia juga dapat Anda lakukan sebagai upaya menambah produksi sel darah merah secara alami. 

Pemilihan menu makanan untuk penderita anemia

Rencana diet anemia mencakup konsumsi makanan yang kaya zat besi dan nutrisi yang membantu meningkatkan produksi hemoglobin dan sel darah merah. Menu diet juga termasuk makanan yang membantu penyerapan zat besi. 

Rekomendasi asupan harian atau Recommended Daily Allowance (RDA) untuk zat besi adalah 10 mg untuk pria dan 12 mg untuk wanita. 

Beberapa rekomendasi makanan yang dapat berfungsi sebagai obat kurang darah alami yaitu:

  1. Sayuran berdaun hijau

Sayuran berdaun hijau gelap merupakan sumber zat besi nonheme. Sebagian besar sayuran berdaun hijau juga tinggi akan folat, oksalat, dan vitamin C. Ketiga nutrisi tersebut dapat meningkatkan penyerapan zat besi.

Rekomendasi sayuran yang kaya akan zat besi antara lain:

  • Bayam
  • Kangkung 
  • Kubis
  • Sawi
  • Collard hijau
  • Daun Swiss chard
  1. Daging 

Daging sapi, domba, dan unggas kaya akan zat besi heme. Zat besi heme adalah jenis zat besi yang mudah diserap tubuh. Daging merah seperti sapi, domba, dan rusa mengandung lebih banyak zat besi dibanding daging ayam.

Untuk meningkatkan penyerapan zat besi, Anda dapat mengombinasikannya dengan sayur berdaun hijau dan vitamin C.

  1. Organ hati

Hati sapi merupakan daging organ yang populer digunakan untuk meningkatkan darah. Selain zat besi, hati juga mengandung folat.

Daging organ lain yang bisa Anda coba untuk meningkatkan produksi sel darah merah adalah jantung, ginjal, dan lidah sapi.

  1. Makanan laut

Beberapa makanan laut mengandung zat besi heme. Makanan laut dengan kandungan zat besi terbaik antara lain:

  • Kerang
  • Tiram
  • Simping 
  • Kepiting
  • Udang
  • Ikan tuna
  • Ikan sarden
  • Ikan kembung
  • Ikan salmon
  • Ikan kuwe gerong
  • Ikan lemadang atau mahi mahi

Mengonsumsi seafood kalengan tidak akan mengurangi nutrisi yang didapat. Namun, lebih disarankan untuk mengonsumsi makanan laut segar. 

Meskipun ikan sarden mengandung zat besi, sarden juga mengandung kalsium. Kalsium dapat mengurangi penyerapan zat besi oleh tubuh. 

Untuk memaksimalkan penyerapan, hindari mengombinasikan makanan kaya zat besi dengan sumber kalsium seperti susu, keju, dan tahu.

  1. Kacang-kacangan

Bagi peserta diet vegan dan vegetarian, kacang merupakan sumber zat besi alternatif. Beberapa kacang yang kaya akan zat besi antara lain:

  • Kacang merah
  • Buncis
  • Kacang kedelai
  • Kacang mete
  • Kacang polong
  • Kacang pistachio
  • Kacang polong hitam
  • Kacang pinto
  • Kacang hitam
  • Kacang lima

Kacang almond juga merupakan sumber zat besi dan folat yang baik. Namun, kacang almond juga mengandung kalsium. Maka dari itu, kacang almond bukan termasuk sumber zat besi yang baik.

  1. Biji-bijian

Biji-bijian juga menjadi alternatif sumber zat besi yang bisa dimakan oleh peserta diet vegan maupun vegetarian. Pilihan biji-bijian yang kaya zat besi antara lain biji labu, biji rami, dan biji bunga matahari.

Dengan mengonsumsi pilihan menu di atas, dapat membantu meningkatkan produksi sel darah merah dalam tubuh. Namun, tidak disarankan untuk berfokus pada salah satu pilihan menu saja. Mengombinasikan beberapa menu dapat mempercepat penyerapan zat besi.

Selain pemilihan menu makanan yang tepat, Anda juga bisa menyertainya dengan mengonsumi obat kurang darah. Konsultasikan dengan dokter untuk meminta rekomendasi suplemen penambah darah terbaik beserta dosis amannya. 

Read More

Hindari Makanan Penyebab Bau Badan Berikut untuk Kesegaran Tubuh Tahan Lama

daftar makanan penyebab bau badan yang perlu dihindari

Apakah Anda sering kali penasaran, apa sebenarnya penyebab bau badan dan bagaimana cara menghindarinya? Berkeringat merupakan proses alami tubuh manusia yang dialami oleh setiap individu dan sering kali dikaitkan dengan bau badan. 

Terdapat berbagai faktor yang menyebabkan bau badan seseorang, salah satunya faktor makanan yang dikonsumsi. Tanpa Anda sadari, ada beberapa makanan penyebab bau badan yang mungkin Anda sering konsumsi, menyebabkan bau badan semakin menyengat.

Di bawah ini, Anda akan menyimak informasi mengenai daftar makanan penyebab bau badan yang perlu Anda perhatikan.

Daftar makanan penyebab bau badan

  • Asparagus

Siapa sangka bahwa sayuran asparagus ternyata menjadi salah satu makanan penyebab bau badan? Di dalam asparagus terdapat kandungan belerang yang menyebabkan bau urine lebih menyengat. 

Memang, bau yang ditimbulkan akibat mengonsumsi asparagus ini tidak selalu tercium oleh semua orang. Bagi penderita anosmia (kondisi ketika fungsi penciuman hidung tidak berfungsi baik), aroma busuk ini tidak tercium. 

  • Alkohol

Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang aktif mengonsumsi alkohol, memiliki lebih banyak bakteri jahat dalam mulutnya, jika dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsi alkohol.

Bakteri dalam mulut ini menyebabkan aroma tidak sedap pada mulut Anda. Selain itu, ia juga dapat memicu penyakit gusi, plak, hingga kerusakan gigi. 

Ketika Anda mengonsumsi alkohol, tubuh akan mengolahnya menjadi asetat. Ketika zat ini diproduksi, tubuh akan semakin banyak memproduksi keringat hasil sekresi asetat yang menyebabkan bau badan. Sebagai pencegahan, Anda direkomendasikan untuk mengonsumsi lebih banyak air.

  • Daging merah

Mengonsumsi daging merah memang terlihat menggiurkan, terlebih jika diolah dengan cara yang tepat. Sayangnya, kebiasaan mengonsumsi daging merah ini dapat memicu keringat menjadi lebih menyengat.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Chemical Senses, melibatkan sekelompok pria untuk mengonsumsi daging merah dua kali sehari selama dua minggu berturut-turut. Di sisi lain, peneliti juga menginstruksikan kelompok lain untuk tidak mengonsumsi daging merah dalam jangka waktu yang sama.

Di hari terakhir penelitian, peneliti meminta para peserta untuk memasang bantalan khusus di bawah ketiak yang berguna mengumpulkan bau badan tiap individu. Bantalan tersebut kemudian dicium baunya oleh 30 wanita. Diketahui bahwa pria yang tidak makan daging merah memiliki bau badan yang lebih menarik.

Walau memang penelitian ini masih membutuhkan studi lebih lanjut, peneliti meyakini bahwa kandungan lemak dalam daging merah merupakan penyebab utama munculnya bau badan tidak sedap. Pasalnya, asam lemak tersebut dapat memengaruhi bakteri di kulit, sehingga memproduksi bau badan menyengat.

  • Ikan

Memang, ikan memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Namun, ternyata ikan merupakan salah satu makanan penyebab bau badan. Alasannya, karena ikan mengandung kolin yang memiliki ciri khas aroma yang amis dan menyengat, serta berisiko memperburuk bau badan.
Khususnya bagi penderita gangguan metabolisme trimethylaminuria (TMAU), dianjurkan untuk tidak mengonsumsi ikan secara berlebihan jika memang tidak menginginkan bau badannya lebih menyengat. National Center for Biotechnology Information berpendapat bahwa penderita TMAU tidak mampu mengurai senyawa bau amis dalam ikan (trimetilamina). Kondisi ini mengakibatkan adanya penumpukan senyawa amis tersebut dalam tubuh yang kemudian dikeluarkan melalui napas, keringat, dan urine.

Read More

Kenali Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Dermatitis Statis

Dermatitis stasis biasa disebut juga eksim vena merupakan penyakit yang jarang dikenal masyarakat. Penyakit ini merupakan salah satu jenis dari 7 jenis dermatitis lainnya. Gejala awal dermatitis stasis ditandai dengan iritasi kulit, kemerahan, bengkak, merasa berat saat berjalan pada kaki bagian bawah terutama setelah beraktivitas seharian.

Kondisi dermatitis stasis disebabkan karena kelainan katup pembuluh darah vena kaki sehingga aliran darah menumpuk dan menekan pembuluh darah sehingga menimbulkan pembengkakan. Singkatnya penyakit ini dipicu oleh buruknya sistem aliran darah di kaki. Berikut kondisi-kondisi yang memiliki faktor risiko menderita dermatitis stasis.

  • Perempuan

Perempuan lebih berisiko daripada laki-laki karena kondisi kehamilan yang dialami perempuan memengaruhi sistem vena pada tungkai kaki. Sebuah kasus di Inggris menunjukkan penderita penyakit ini terjadi pada 21% laki-laki dan 25% perempuan pada sampel penduduk lansia.

  • Usia lebih dari 50 tahun

Seiring meningkatnya umur, maka kemungkinan terjangkit dermatitis stasis juga semakin tinggi. Di Amerika, penyakit ini biasa terjadi pada 15-20 juta penduduk lansia usia 50 tahun ke atas. Penduduk usia muda juga mungkin bisa terjangkit apabila dalam kondisi tertentu seperti trauma, memiliki riwayat pembekuan darah di vena, infeksi yang berulang, atau keadaan setelah operasi. 

  • Overweight atau obesitas

Berat badan yang melebihi normal membuat pembuluh darah berada dalam tekanan lebih besar melebih kemampuan normalnya. Sebuah studi menyebutkan seseorang dengan Indeks Masa Tubuh (IMT) melebihi normal berisiko mengalami penyakit ini. Jika penderita dermatitis stasis tidak mampu menurunkan berat badan, maka pilihan lain yang harus dilakukan yaitu bed rest.

  • Penderita hipertensi

Biasanya penderita dermatitis stasis memiliki kondisi hipertensi vena kronis. Kondisi ini terjadi karena penderita mengalami tekanan darah tinggi di bagian pembuluh darah kaki. Hal tersebut menyebabkan pembuluh darah bocor ke bawah karena efek gravitasi. Apabila pengobatan hipertensi vena kronis berhasil, maka kondisi dermatitis stasis juga akan membaik seiring waktu.

  • Penderita penyakit ginjal

Sebuah studi menyebutkan bahwa sebanyak 2% penderita gagal ginjal mengalami dermatitis. Pengobatan dialisis pada gagal ginjal menyebabkan rasa gatal tingkat tinggi yang merupakan salah satu gejala dermatitis stasis. Penelitian yang ditemukan mengenai hubungan penyakit ginjal dan dermatitis masih sedikit dan diperlukan penelitian lanjutan.

  • Mengalami banyak kelahiran

Telah disebutkan sebelumnya bahwa hipertensi vena kronis berhubungan erat dengan dermatitis stasis. Sebanyak lebih dari 80% perempuan hamil mengalami hipertensi vena kronis. Saat hamil, perubahan sistem aliran darah memang terjadi secara signifikan. Semakin sering kehamilam terjadi maka kemungkinan mengalami hipertensi vena kronis juga semakin besar.  

  • Duduk atau berdiri dalam waktu yang lama

Gejala pembengkakan kaki akan timbul ringan di pagi hari, namun semakin parah setelah seharian bekerja dalam keadaan berdiri. Tak hanya itu, penderita juga akan merasa berat dan kesakitan setelah berdiri atau duduk berjam-jam. Anda perlu mengambil waktu istirahat dengan cara berjalan ringan selama 10 menit setiap jamnya. Latihan fisik juga bisa jadi solusi lainnya, tapi terlebih dahulu konsultasikan ke dokter untuk jenis dan durasinya.

  • Memiliki kondisi lain pemicu dermatitis stasis

Kondisi-kondisi lainnya yang memicu terjadinya penyakit ini diantaranya adalah Deep Vein Thrombosis (DVT) atau penggumpalan darah pada kaki, gangguan jantung, serta gumpalan darah pada kaki. Faktor risiko di atas tidak semuanya bisa menjadi penyebab dan pemicu terjadinya dermatitis stasis. Ada beberapa penderita yang hanya memiliki sedikit faktor risiko tersebut, namun ada juga yang lebih dari itu. Ada baiknya jika Anda telah menemukan tanda dan gejala awal, segera konsultasikan kepada dokter.

Read More

Prediksi Pandemi Corona di Indonesia Berakhir Menurut Ahli

Masih belum jelas dan tidak pastinya kapan pandemi virus corona ini akan berakhir di Indonesia dan dunia. Meski begitu, sudah banyak prediksi pandemi corona berakhir dari para ilmuwan.

Kita dan semua orang pasti mempertanyakan hal yang sama terkait prediksi pandemi corona ini berakhir. Sebab, ada banyak sekali sisi dan aspek kehidupan yang terganggu akibat adanya virus ini. Sebut saja kesehatan, ekonomi, hingga angka kemiskinan yang terus meningkat.

Nah, untuk menjawab pertanyaan terkait berakhirnya pandemi ini, mari kita lihat beberapa prediksi pandemi corona dari para pakar atau ahli di institusi nasional Indonesia.

Prediksi Pandemi Corona di Indonesia Berakhir Menurut Pakar

Berikut beberapa prediksi dari beberapa ahli terkait kapan pandemi corona akan berakhir di Indonesia menggunakan model perhitungan yang berbeda-beda.

  • Prediksi Menurut Ahli UNS

Menurut salah seorang ilmuwan Matematika dari Universitas Sebelas Maret, Sutanto Sastraredja, mempredikasi puncak covid-19 di Indonesia akan terjadi pertengahan bulan Mei 2020. Prediksi ini didasarkan pada model perhitungan SIQR. Tentu saja prediksi ini bergantung pada bagaimana peraturan dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah Indonesia terkait penanganan dan pencegahan covid-19.

  • Prediksi BIN

Badan Intelijen Nasional (BIN) pada 13 Maret 2020 lalu memprediksi bahwa pandemi virus corona di Indonesia akan memuncak pada 2-22 Mei 2020. Namun, hingga sekarang sudah pertengahan September, jumlah kasus positif di Indonesia masih terus bertambah secara signifikan.

  • Guru Besar UI

Menurut Hasbullah Thabrany yang merupakan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat niversitas Indonesia memprediksi bahwa pandemi akan berakhir pada Mei 2020. Kemungkinan ini hanya bisa terjadi jika masyarakat patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, hingga tidak melakukan kontak tatap muka.

  • Menurut Ahli UGM

Menurut ahli statiskika dan alumni dari FMIPA Universitas Gadjah Mada memprediksi bahwa pandemi corona di Indonesia ini akan berakhir pada 29 Mei 2020. Hal ini berdasarkan pada model perhitungan probabilistik yang didasarkan pada data nyata.

Namun lagi-lagi, prediksi ini menyebutkan bahwa Indonesia bisa terbebas sesuai prediksi hanya jika ada intervensi ketat dari pemerintah, seperti adanya larangan mudik, memberlakukan partial lockdown dan upaya lainnya.

  • Prediksi Menurut Ahli ITB

Ahli dari Pusat Permodelan Matematika dan Simulasi Institut Teknologi Bandung juga turut memprediksi mengenai kapan pandemi corona di Indonesia akan berakhir. ITB memprediksi bahwa corona akan berakhir ada akhir Mei atau awal Juni 2020. Dengan asumsi puncak covid-19 terjadi pada minggu kedua dan ketiga bulan April 2020 lalu.

  • Menurut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dony Monardo juga turut memberikan prediksi pandemi corona ini akan berakhir di Indonesia. Menurut dia, Indonesia diharapkan bisa hidup normal kembali pada bulan Juli 2020 lalu. Namun, prediksi ini bisa tercapai jika pemerintah bisa melakukan tes secara masif dan pelacakan kasus corona pada rentang bulan April hingga Mei 2020. Selain itu juga andil dari masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang ada seperti menggunakan masker, tidak mudik lebaran, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, dan rajin mencuci tangan untuk memutus rantai penularan.

Namun, hingga saat ini, prediksi pandemi corona hanya tinggal prediksi semata. Jumlah kasus positif di Indonesia masih terus bertambah dan semakin meningkat hingga pertengahan September 2020 ini. Bahkan kasus positif corona di Indonesia sudah menembus angka 200 ribu sejak kasus pertama muncul pada 2 Maret 2020 lalu. Mari disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, berdiam di rumah jika tidak ada perlu, menggunakan masker, dan rajin mencuci tangan agar Indonesia dan bumi tempat kita tinggal ini bisa terbebas dari virus corona dan kita Kembali hidup normal Kembali secepatnya.

Read More

Cara Merawat Kulit Sawo Matang agar Tetap Menawan

Orang Indonesia dianugerahi kulit sawo matang yang eksotis. Kandungan melanin yang cukup tinggi memiliki kandungan proteksi sinar matahari yang lebih tinggi juga. Walaupun demikian, bukan berarti kulit tidak memerlukan perawatan secara intensif.

Ciri kulit sawo matang sehat

Kulit memiliki tingkat kekenyalan yang cukup. Anda patut berbangga dengan warna kulit yang Anda punya sebab kulit sawo matang memiliki kekenyalan yang lebih baik. Ciri lainnya yaitu, kulit terhindar dari timbulnya jerawat karena jerawat menandakan terjadinya peradangan serta minim area hiperpigmentasi dan keloid.

Walaupun begitu, kesehatan kulit memiliki standar di setiap tahapan usia. Semakin bertambahnya umur seseorang, tingkat kekenyalan kulit semakin berkurang karena kolagen dalam kulit juga semakin berkurang.  Kulit sehat tetap bisa didapatkan berdasarkan masing-masing umurnya.

Pengecekan secara mandiri tentang keadaan kulit merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri. Hal tersebut sebaiknya rutin dilakukan mengingat seringnya kulit terpapar kontaminan dari lingkungan sekitar.

  1. Pemakaian sunscreen

Kulit sawo matang memiliki SPF alami yang lebih tinggi dibandingan warna kulit yang lebih terang. Semakin gelap warna kulit seseorang, maka semakin tinggi jumlah SPF alaminya. Risiko terkena kanker kulit juga lebih rendah.

Dengan demikian, bukan berarti kulit tidak memerlukan sunscreen sebagai perlindungan. Perlindungan dari luar tetap dibutuhkan karena paparan sinar UV yang tinggi dan tidak cukup jika hanya mengandalkan SPF alami.

Pilihlah sunscreen dengan perlindungan terhadap UVA dan UVB serta tingkat SPF yang tinggi terutama apabila sering melakukan aktivitas di luar ruangan dan terpapar terik matahari dalam waktu yang cukup lama.

  • Eksfoliasi

Proses eksfoliasi bertujuan untuk membersihkan kulit dari sel-sel kulit mati di lapisan permukaan paling luar. Hasilnya, kulit menjadi lebih kenyal, lembut, segar, serta mencegah penuaan dini.

Jika kulit sawo matang Anda mengalami hiperpigmentasi karena menumpuknya melanin, eksfoliasi membantu proses pengembalian warna kulit yang tidak merata tersebut seperti semula.

  • Double cleansing

Wajah menjadi bagian yang paling rentan terkena debu dan kotoran saat beraktivitas, telebih jika disertai dengan pengguanan make up. Double cleansing bisa dilakukan dengan cara membersihkan wajah menggunakan pembersih berbahan dasar minyak atau air (micellar water) lalu tahap selanjutnya adalah menggunakan sabun cuci muka biasa.

Kotoran akan lebih efektif terangkat serta lakukan secara rutin ketika pagi hari sebelum beraktivitas dan malam hari sebelum tidur. Hal ini juga membantu mencegah timbulnya jerawat di wajah.

  • Makan buah dan sayur

Kulit membutuhkan asupan makanan terutama yang mengandung antioksidan tinggi. Antioksidan mampu menangkal radikal bebas penyebab penuaan dini. Selain itu, senyawa ini juga mampu mencegah peradangan serta kerusakan kulit.

Beri-berian, buah naga, wortel, dan teh hijau merupakan merupakan beberapa bahan pangan yang tinggi kandungan antioksidan. Buah-buahan yang memiliki warna terang dan mencolok biasanya memiliki antioksidan yang cukup tinggi.

  • Olahraga

Menurut Menteri Kesehatan, olahraga minimal dilakukan 30 menit sebanyak 3 kali dalam 1 minggu. Olahraga bisa dimulai dengan pemanasan selama 5-10 menit dan diakhiri dengan pendinginan selama 5 menit. Olahraga dilakukan cukup dengan alat-alat sedarhana yang Anda punya di sekitar rumah, bahkan tanpa menggunakan alat sekalipun.

Perlu diketahu bahwa olahraha berbeda dengan aktivitas fisik. Olahraga menghabiskan lebih banyak energi dibandingkan aktivitas fisik, serta ditujukan untuk membuat badan menjadi lebih bugar.

Kebutuhan perawatan kulit terbaik berbeda-beda setiap orang, meskipun mempunyai tone kulit yang sama. Apabila muncul permasalahan yang serius segera konsultasikan ke dokter kulit agar diberikan penanganan terbaik.  

Read More