Penyakit Dengan Gejala Sakit Perut

Terkadang perut kita mengalami rasa sakit yang bergejolak dari waktu ke waktu. Sakit perut adalah istilah yang sering digunakan untuk menyebut kram atau nyeri tumpul di perut (perut). Biasanya berumur pendek dan seringkali tidak serius.

Tetapi tergantung pada gejala yang Anda rasakan, dalam beberapa kasus, Anda mungkin perlu mengunjungi dokter. Karena ada beberapa penyakit yang menyebabkan Anda merasakan sakit perut, baik secara ringan maupun nyeri berlebih. Apa sajakah itu?

Berikut adalah 9 Penyakit dengan gejala sakit perut:

  1. Radang perut atau Gastritis

Cairan yang membantu Anda mencerna makanan mengandung banyak asam. Kadang-kadang cairan pencernaan ini melewati penghalang pelindung di perut Anda dan mengiritasi lapisannya – hal ini disebut gastritis. Ini bisa disebabkan oleh bakteri, penggunaan obat penghilang rasa sakit secara teratur seperti ibuprofen, terlalu banyak alkohol, atau stres. Terkadang Anda dapat mengobatinya dengan mengkonsumsi obat antasid atau obat dengan resep yang sesuai. Tetapi temui dokter Anda karena gastritis dapat menyebabkan perdarahan atau sakit maag.

  1. Bisul perut

Ini adalah luka terbuka pada lapisan perut Anda atau di bagian atas usus kecil Anda. Penyebab paling umum dari bisul perut adalah bakteri, tetapi sekali lagi, penggunaan aspirin, ibuprofen, dan obat penghilang rasa sakit jangka panjang lainnya dapat menyebabkan munculnya penyakit ini. Dan orang-orang yang merokok atau minum minuman beralkohol lebih sering terkena bisul perut. Biasanya Anda akan diberikan obat dengan resep dari dokter yang mengurangi asam lambung atau antibiotik, tergantung pada penyebabnya.

  1. Virus Perut

Sakit perut satu ini juga dikenal sebagai flu perut, penyakit ini adalah infeksi virus yang terdapat di usus Anda. Anda mungkin mengalami diare, kram, atau mual berair, dan Anda mungkin muntah. Anda dapat terinfeksi dari seseorang yang memilikinya atau bisa juga dari makanan yang terkontaminasi. Tidak ada perawatan khusus untuk flu perut, karena penyakit ini biasanya hilang dengan sendirinya. Temui dokter jika Anda mengalami demam, muntah, dehidrasi, atau Anda melihat darah pada muntah atau feses.

  1. Keracunan makanan

Bakteri, virus, dan parasit dalam makanan menyebabkan Anda keracunan makanan. Gejala yang mungkin Anda rasakan adalah diare, mual, dan muntah. Hal ini mudah terjadi ketika Anda mengkonsumsi makanan yang tidak higienis. Biasanya keracunan makanan akan sembuh dengan sendirinya, tetapi temui dokter jika Anda mengalami dehidrasi, melihat darah di muntah atau feses, atau Anda mengalami diare yang parah atau gejala di atas bertahan selama lebih dari 3 hari. Hubungi juga dokter Anda jika Anda memiliki gejala keracunan makanan dan Anda memiliki masalah kesehatan lainnya atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

  1. Sindrom iritasi usus

Penyakit umum ini memengaruhi usus besar Anda (juga disebut usus besar). Penyakit ini dapat menyebabkan kram, kembung, dan lendir di tinja Anda. Anda mungkin merasakan diare dan juga sembelit. Kunjungi dokter untuk membantu Anda mengendalikan gejala tersebut melalui perubahan pola makan atau gaya hidup Anda, atau dengan pengobatan.

  1. Intoleransi terhadap laktosa

Laktosa adalah gula dalam susu dan produk susu lainnya. Jika Anda tidak memiliki cukup enzim yang disebut laktase, tubuh Anda dapat mengalami kesulitan untuk memecahkannya. Hal ini dapat menyebabkan diare, adanya gas dalam perut, kembung, dan sakit perut. Tidak ada obat khusus untuk intoleran terhadap laktosa, tetapi Anda bisa mengatasinya dengan hanya mengkonsumsi sedikit susu dalam diet harian Anda, membeli produk susu bebas laktosa, atau minum pil laktaid yang dijual bebas.

  1. Alergi makanan

Hal ini terjadi ketika tubuh Anda salah mengartikan makanan tertentu karena sesuatu yang berbahaya dan mencoba mempertahankannya. Selain sakit perut, gejalanya juga bisa berupa kesemutan dan bengkak di mulut dan tenggorokan Anda. Dalam kasus yang parah, dapat menyebabkan syok dan bahkan kematian jika tidak segera diobati dengan obat yang disebut epinefrin. Kerang, kacang-kacangan, ikan, telur, kacang, dan susu adalah beberapa pemicu yang lebih mungkin terjadi.

  1. Radang usus buntu

Usus buntu merupakan organ berbentuk kantong kecil dan tipis, berukuran sepanjang 5 hingga 10 cm yang terhubung pada usus besar Anda. Ketika meradang, biasanya usus buntu terinfeksi dan perlu dikeluarkan. Jika usus buntu pecah, hal ini berbahaya dan dapat menyebarkan bakteri. Nyeri yang dirasakan sering dimulai dari pusar dan menyebar ke arah kanan. Segera kunjungi dokter jika Anda berpikir Anda mungkin menderita radang usus buntu.

  1. Serangan Kantung Empedu

Ini terjadi ketika batu empedu – organ berukuran kecil yang membantu pencernaan – menghalangi tabung, atau saluran, yang mengalir di antara hati, pankreas, kantong empedu, dan usus kecil. Gejala yang paling umum adalah sakit perut – jika parah atau berlangsung lebih dari beberapa jam, hubungi dokter Anda. Anda juga sangat mungkin mengalami mual, muntah, demam, urin berwarna teh, dan feses berwarna terang. 

Anda harus mencari perawatan medis segera jika rasa sakitnya sangat parah sehingga Anda tidak bisa duduk diam atau perlu meringkuk untuk merasa nyaman, atau jika Anda memiliki salah satu dari berikut ini:

  • tinja berdarah
  • demam tinggi (lebih dari 101 ° F)
  • muntah darah (disebut hematemesis)
  • mual atau muntah persisten
  • kulit atau mata menguning
  • pembengkakan atau nyeri tekan perut yang parah
  • sulit bernafas

Tidak semua bentuk sakit perut dapat dicegah. Namun, Anda dapat meminimalkan risiko mengembangkan sakit perut dengan konsumsi makanan yang sehat, sering minum air putih, berolahraga secara teratur, dan konsumsi makanan dalam porsi kecil. 

Selain itu, berbaring terlalu cepat setelah makan dapat menyebabkan mulas dan sakit perut. Coba tunggu setidaknya dua jam setelah makan sebelum berbaring atau tidur.

Read More

Tips Manajemen Pemberian ASI dan Susu Formula bagi Bayi

Ada kalanya, seorang ibu mengalami kendala saat hendak menyusui. Bisa jadi produksi ASI belum mencukupi, atau bayi yang masih enggan menyusu. Pemberian ASI dan susu formula (sufor) pun menjadi alternatif. 

Seorang konsultan laktasi bernama Freda Rosenfeld mengatakan, tidak masalah mengenalkan sufor pada bayi. Anda bisa mengombinasikan pemberian ASI dan susu formula dalam tiga kondisi berikut ini. Simak juga tips untuk mengaturnya.

Produksi ASI Tidak Mencukupi

Mencukupi kebutuhan asupan ASI untuk buah hati adalah tantangan tersendiri. Pada umumnya semakin Anda sering menyusui, semakin banyak produksi ASI. Namun, apa jadinya dengan ibu yang sedari awal sulit memproduksi ASI?

Banyak faktor yang mempengaruhi sedikitnya produksi ASI. Misalnya usia ibu. Wanita yang sudah berusia cukup tua dan baru memiliki buah hati biasanya bermasalah dengan produksi ASI. Selain itu, wanita yang sudah pernah melakukan operasi payudara juga bermasalah dengan ASI-nya.

Namun, Anda bisa berkonsultasi pada dokter anak untuk lebih memaksimalkan produksi ASI. Beberapa dokter anak menyarankan untuk melakukan pumping agar produksi ASI meningkat. Selain itu, ASI bisa dikombinasikan dengan sufor.

Kembali Sibuk Bekerja

Harus bekerja kembali ketika cuti melahirkan selesai akan menjadi tantangan tersendiri bagi ibu baru. Bagaimana tidak, pekerjaan sudah menanti, tapi kebutuhan ASI buah hati tetap harus terpenuhi. Pumping akan jadi salah satu solusi. Namun, itu juga bukan hal mudah.

Pertama, tidak semua kantor menyediakan ruang menyusui. Biasanya mereka harus menggunakan toilet atau tempat tertutup lain di kantor. Bagaimana jika si ibu bekerja di lapangan atau mobile? Tentu akan jadi tantangan tersendiri.

Kedua, mungkin ibu sudah menyimpan banyak ASI di freezer untuk persediaan. Namun, itu saja tentu tidak cukup. Sebab dalam 2-3 jam, bayi membutuhkan ASI. Oleh karena, Anda bisa mempertimbangkan pemberian sufor bagi bayi.

Sebelum berangkat kerja, Anda bisa menyusuinya. Di siang hari, bayi bisa diberikan sufor. Namun, saat malam atau setelah pulang kerja, Anda kembali memberikan ASI.

Cara ini tentunya akan memudahkan Anda di tengah kesibukan kerja dan mengurus anak. Asupan buah hati tetep terpenuhi secara baik dengan bantuan sufor. Selain itu, momen Anda saat menyusui juga tidak hilang.

Kurang Beristirahat

Kelelahan dan kurang tidur akan berdampak pada produksi ASI. Apalagi seorang ibu baru pasti akan kehilangan banyak waktu tidurnya. Bagaimana tidak, setiap 2-3 jam di malam hari, bayi membutuhkan susu. Tak heran jika banyak ibu baru mengeluh karena harus tetap terjaga setiap waktu.

Pemberian sufor bisa menjadi pilihan. Anda bisa meminta pasangan memberikan sufor melalui botol, saat bayi terbangun. Perut bayi akan lebih lama memproses susu formula dibanding ASI. Jadi, bayi akan kenyang lebih lama.

Salah satu cara menyiasatinya adalah menggabungkan ASI dengan susu formula. Mintalah kepada pasangan Anda untuk memberikan botol susu formula saat bayi terbangun. Perut bayi akan lebih lama memproses susu formula daripada ASI. Jadi bayi akan kenyang lebih lama. Manfaatkan waktu tersebut untuk mengganti waktu tidur Anda. Jika bayi terbangun kembali, Anda sudah bisa menyusuinya seperti biasa. Tentunya dengan keadaan yang lebih fit.

Read More

Rambut Rontok? Kenali Gejalanya Berikut Ini

Gejala rambut rontok pada pria dan wanita berbeda-beda, dan juga pada anak-anak. Namun, orang di usia berapa pun dan jenis kelamin apa pun, pasti bisa mengalami rambut rontok. Banyak yang menyadari rambut rontok dari banyaknya helai rambut di sisir yang mereka gunakan atau di kamar mandi saat sedang keramas.

Pada pria, gejala rambut rontok yang biasa terjadi adalah sebagai berikut:

  • Menipisnya rambut pada bagian kulit kepala pria. Hal ini biasa terjadi pada pria yang mulai mengalami rambut rontok
  • Garis rambut yang mulai berkurang pada pria juga merupakan salah satu gejala yang umum terlihat pada mereka yang mengalami kerontokan rambut
  • Terlihatnya pola berbentuk tapal kuda yang membuat bagian mahkota kepala pada pria terlihat dengan sangat jelas

Pada wanita, gejala rambut rontok yang ditunjukkan berbeda lagi dengan gejala yang terlihat pada pria. Gejala yang terlihat, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Menipisnya rambut secara menyeluruh, terutama di bagian mahkota rambut. Jika Anda mengalami gejala tersebut, mulailah melakukan beberapa tindakan pencegahan agar rambut Anda tidak semakin menipis

Berbeda dengan pria dan wanita dewasa, gejala rambut rontok yang biasa terjadi pada anak-anak adalah sebagai berikut:

  • Beberapa bagian rambut tiba-tiba mengalami kerontokan
  • Terjadi kerontokan pada rambut di seluruh bagian tubuh, tidak hanya di kepala saja
  • Rambut rontok secara berlebihan, tetapi tidak sepenuhnya botak yang disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya adalah penyakit dan perawatan karena obat-obatan, penurunan berat badan yang sangat cepat, anemia, dan bisa juga karena stres

Rambut rontok mungkin umum terjadi pada siapapun, namun dalam jumlah dan tentunya juga kondisi yang normal. Namun, di beberapa kasus, rambut rontok perlu mendapatkan perhatian yang ekstra dan bahkan Anda mungkin memerlukan konsultasi dengan dokter untuk menangani gejala rambut rontok yang Anda alami.

Jika Anda atau suami Anda, atau anak Anda mengalami beberapa gejala berikut ini, pastikan Anda segera menghubungi dokter untuk mengetahui tindakan selanjutnya yang harus Anda lakukan agar gejala tidak semakin parah dan bisa diatasi dengan lebih cepat.

Berikut adalah beberapa gejala yang perlu dikonsultasikan lebih lanjut kepada dokter:

  • Anda mengalami rambut rontok secara tiba-tiba. Jika pada sebelumnya, rambut Anda tidak memiliki masalah berarti, namun tiba-tiba rambut rontok secara mendadak, segeralah berkonsultasi dengan dokter ahli
  • Anak Anda memiliki bagian rambut yang rusak dan kerontokan rambut yang tidak lengkap pada bagian kulit kepala dan/atau alis mata
  • Anak Anda secara sering menggosok atau menarik-narik rambutnya
  • Anda atau anak Anda mengalami kerontokan rambut yang sulit untuk dijelaskan pada bagian tubuh mana pun, tidak hanya pada bagian kulit kepala saja

Itu adalah gejala rambut rontok yang biasa terjadi pada pria, wanita serta anak-anak.Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, semua orang, terlepas dari umur dan jenis kelaminnya bisa mengalami kerontokan rambut. Yang berbeda hanyalah pada gejalanya saja.

Read More

Pilihan Mainan Anak Sesuai Usianya

Banyak orang mengabaikan pertimbangan label umur pada mainan anak. Anak yang sudah bisa memilih sendiri barang yang diidamkan, biasanya terpengaruh pada kemasan cantik atau kesamaan dengan tokoh yang sering dia lihat di televisi atau tayangan internet. Sementara, orang tua biasa terpengaruh pada hal-hal lain, termasuk potongan harga. Padahal, memberikan anak mainan yang tidak sesuai umurnya berakibat buruk. Mulai kesulitan bermain, cedera, bahkan kematian.

Ikatan Dokter Anak Indonesia menyatakan fase perkembangan penting dalam usia anak perlu dijadikan pertimbangan saat memilih mainan anak. Rangkaian fase tersebut adalah:

Usia 0-6 bulan

Di fase ini, fungsi pendengaran dan penglihatan bayi mulai berkembang. Bayi mulai suka mengikuti gerak benda, berpaling saat mendengar suara, menggenggam serta meraih mainan. Mainan yang cocok adalah yang berwarna mencolok dan berbunyi untuk merangsang perkembangan mata dan telingannya.

Usia 7-12 bulan

Kemampuan motor kasar bayi mulai berkembang. Bayi senang berguling, duduk, merangkak, dan berdiri. Dia juga memahami panggilan namanya. Mainan yang dapat diberikan di kelompok usia ini adalah boneka, mobil-mobilan, bola, dan kubus.

Usia 1-2 tahun

Di usia ini, anak biasanya sudah aktif berjalan, bahkan belajar naik tangga. Bayi juga mulai mengucapkan kata dan bermain dengan anak lain. Di fase ini, orang tua dapat memberika buku cerita bergambar, musik dan lagu, alat gambar seperti krayon dan pensil warna. Permainan pura-pura seperti boneka bayi dan stroller, mobil-mobilan, telepon-teleponan juga baik untuk perkembangan kemampuannya.

Usia 2 tahun

Di umur ini, kemampuan bahasa anak sudah berkembang dengan merangkai dua kata dan menyampaikan keinginan sederhana. Secara fisik, anak jadi lebih aktif, dengan senang melompat, memanjat, dan bergelantungan. Perkembangan kemampuan motorik halusnya dapat ditunjang dengan permainan keterampilan seperti puzzle, Lego, dan berbagai permainan pura-pura yang lebih kompleks.

Usia 3-6 tahun

 Di fase ini, otak anak dipenuhi pertanyaan. Mereka mulai bermain dengan anak lain dan memahami menang-kalah. Permainan puzzle, kubus, Lego, dapat meninkatkan kemampuan keterampilannya. Setelah mengetahui angka, anak juga bisa diajarkan bermain ular tangga, halma, dan kartu untuk memperkenalkan konsep aturan dalam permainan. Permainan luar ruangan, seperti sepeda, sepak bola baik untuk merangsang pertumbuhan fisiknya.

Usia sekolah Permainan yang cocok untuk anak usia sekolah adalah yang meningkatkan kemampuan peran, ketangkasan, dan kreativitas. Di fase ini, anak bisa diperkenalkan pada permainan yang lebih kompleks, seperti monopoli, scrabble, dan catur. Sepeda roda dua dan skateboard bisa menjadi alternatif aktivitas luar ruangan mereka disamping permainan tradisional seperti layangan, ular naga, dan lompat tali.  Perlu diingat, orang tua perlu membatasi interaksi anak dengan gadget di kelompok usia apa pun.

Read More

Selain Wanita, Pria juga Mengalami Gejala-gejala Kehamilan Ini

Mungkin banyak orang berpikir bahwa hanya wanita saja yang merasakan gejala kehamilan, seperti ngidam, mual, atau muntah. Namun tahukah Anda bahwa para suami atau pasangan juga bisa merasakan gejala kehamilan serupa. Gejala kehamilan tersebut disebut sebagai gejala kehamilan simpatik atau dikenal dengan sindrom couvade.

Sindrom couvade merupakan kondisi saat suami ikut mengalami gejala-gejala kehamilan. Menurut penelitian tahun 2005, sekitar 90% pria yang istrinya sedang hamil mengalami paling tidak satu gejala-gejala pada awal kehamilan. Lalu, apa saja gejala kehamilan pada pasangangan yang sering dirasakan?

Kecemasan

Entah karena alasan apa, pasangan Anda mungkin mendadak sering merasa gugup dan cemas. Ia mulai mencemaskan banyak hal yang mungkin menurut Anda tidak perlu dicemaskan. Misalnya, tiba-tiba takut akan gelap atau kebisingan. Namun sejauh ini belum ada penelitian yang mampu mengungkapkan fenomena kecemasan tersebut.

Akan tetapi menurut penuturan dari beberapa orang yang telah memiliki anak. Kecemasan itu dikarenakan ketakutan suami akan hal-hal yang mungkin terjadi pada ibu maupun bayi yang ada dalam kandungan. Bisa juga karena kecemasan selama persalinan berlangsung. Sehingga kemudian suami bersikap ekstra hati-hati dan mencemaskan ini-itu.

Nafsu Makan Meningkat

Gejala kehamilan pada pasangan yang umumnya dirasakan adalah perubahan nafsu makan. Ternyata, peningkatan nafsu makan tidak hanya terjadi pada ibu hamil. Dalam beberapa kasus, justru pasangan atau suami menjadi gila makan padahal sebelumnya tidak demikian. Di sisi lain, justru Anda lebih stabil dalam mengendalikan nafsu makan.

Emosi Tidak Stabil

Ketidakstabilan mood atau emosi adalah salah gejala kehamilan pada pasangan. Selama masa kehamilan, Anda mungkin akan menemukan suami mudah sekali berubah mood. Suatu waktu Ia tampak senang, tapi di waktu yang lain Ia bisa terlihat sedih ataupun marah tiba-tiba. Jika Anda menemukan gejala ini pada pasangan, segeralah tenangkan mereka.

Ketidakstabilan emosi itu bisa dipicu oleh perasaan yang bercampur aduk. Senang lantaran akan memiliki bayi tapi juga takut akan kerepotan nantinya. Hal ini cukup wajar terjadi, terlebih bagi pasangan yang baru saja menikah dan memiliki anak pertama.

Menyakiti Dirinya Sendiri

Pernahkah Anda menemukan suami mencubit atau memukul dirinya sendiri saat Anda mengalami kontraksi atau kesakitan? Jika iya, itu merupakan gejala kehamilan yang juga terjadi pada pasangan. Hal tersebut terjadi lantaran suami juga ingin berbagi rasa sakit selama kehamilan Anda.

Morning Sickness Meningkat Dua Kali Lipat

Apabila Anda beranggapan hanya ibu hamil saja yang mengalami morning sickness, nyatanya tidak demikian. Saat masa kehamilan, suami juga bisa mengalami morning sickness yang sama atau bahkan dua kali lebih parah. Ia bisa merasa mual, lelah, lemas dan bahkan muntah sepanjang hari. Fenomena tersebut bukanlah suatu hal yang aneh.

Peningkatan Berat Badan

Menurut sebuah penelitian, selama masa kehamilan istrinya, rata-rata suami mengalami peningkatan berat badan hingga 14 kilogram. Gejala ini terjadi lantaran para calon ayah dilanda kecemasan akan perubahan hidup yang akan dialaminya. Rasa cemas tersebut kemudian mendorong mereka mencari kenyamanan, antara lain dengan makan lebih banyak sehingga berat badan ikut bertambah. Itulah beberapa gejala kehamilan yang dapat melanda pasangan laki-laki. Antisipasi hal-hal tersebut dengan mempersiapkan mental dan selalu menjaga pola hidup sehat sepanjang hari, agar Anda dapat membantu istri menjalani kehamilan dengan lancar, tanpa menambah kerepotannya.

Read More

Waspadai 5 Jenis Penyakit Anak-anak yang Sering Menyerang Balita

Sebagai orangtua, tentu Anda pernah menangani penyakit anak-anak yang umumnya sering dijumpai, seperti sakit telinga, pilek, atau diare. Namun, ada banyak penyakit anak-anak lainnya yang patut diketahui karena sering terjadi di Asia.

1. RSV

Singkatan dari Respiratory Syncytial Virus (RSV) merupakan penyakit infeksi saluran pernafasan. Jika anak berusia di bawah 2 tahun atau riwayat jantung, penyakit ini bisa menyebabkan pneumonia.

Gejalanya seperti demam, pilek atau hidung tersumbat dan batuk. Selain itu, bayi akan mengalami iritasi dan gangguan pernapasan. Obat yang disebut dengan Synagis atau palivizumab biasanya dianjurkan dokter untuk mencegah RSC pada bayi.

2. Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut

Umumnya disebabkan karena virus dan menular, akan tetapi tidak terlalu serius. Penyakit anak-anak ini menyerang di usia balita. Si kecil dapat tertular melalui air liur, cairan luka, atau dari feses/kotoran.

Gejalanya ditandai dengan demam, sakit tenggorokan, dan nafsu makan yang berkurang. Setelah beberapa hari, anak akan mengalami sakit di bagian belakang tenggorokan; ruam kulit pada telapak tangan dan kaki; serta kadang ruam di bagian area kulit yang terkena popok.

Untungnya, penyakit anak-anak ini bisa sembuh dengan sendirinya dalam 7-10 hari tanpa pengobatan.

3. Radang Tenggorokan

Paling sering disebabkan oleh virus dan bisa berlangsung selama satu minggu atau kurang. Gejala diawali dengan batuk di malam hari, pilek, demam dan sakit saat menelan ludah.

Sebaiknya, gunakan humidifier atau berikan anak uap air panas yang dicampur sedikit balsem untuk dihirup uapnya. Lakukan selama 10 menit agar saluran pernapasan menjadi lebih lega dan membuat anak lebih nyaman saat beristirahat.

4. Demam Berdarah

Penyakit anak-anak ini dahulu sangat ditakuti karena belum ada obatnya. Namun, di era modern penyakit yang disebabkan infeksi virus Dengue ini sudah dapat diobati.

Gejala yang ditimbulkan di antaranya sakit tenggorokan, dan muncul ruam-ruam berwarna kemerahan yang menyebar ke seluruh tubuh. Untuk menangani penyakit anak-anak demam berdarah, segera bawa anak ke dokter.

5. Penyakit Kawasaki

Penyakit anak-anak ini menimbulkan peradangan pembuluh darah di seluruh tubuh. Penyebabnya tidak diketahui secara pasti, dan saat ini sudah sangat jarang. Akan tetapi, anak laki-laki yang berusia di bawah 5 tahun di kawasan Asia Pasifik berpotensi besar terjangkit.

Penyakit Kawasaki bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Namun, sebaiknya tetap waspada dan segera dibawa ke dokter untuk memastikan kondisi anak.

Gejala penyakit anak-anak ini biasanya mengalami demam selama 5 hari, bagian mata, bibir dan lidah anak berwarna kemerahan. Selain itu, bagian kaki dan tangan juga muncul kemerahan.

Tidak ada cara untuk mencegah penyakit anak-anak ini, namun tidak perlu khawatir karena penyakit Kawasaki tidak menular. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Terapkan gaya hidup sehat dengan sering mencuci tangan memakai sabun agar si kecil senantiasa terhindar dari penyakit anak-anak.

Read More

Waspadai Infeksi Kulit Berikut Ini Pascaoperasi Caesar

Infeksi kulit pasca operasi Caesar bisa saja terjadi. Luka pada kulit ini dibiasanya terjadi karena infeksi bakteri di situs insisi bedah. Tanda-tanda umum yang termasuk ke dalam infeksi kulit setelah operasi adalah demam dengan suhu 38-39,4 derajat Celcius, sensitivitas luka, adanya kemerahan, pembengkakan, dan nyeri perut bagian bawah. Luka ini harus segela diobati, untuk mencegah komplikasi dari infeksi tersebut.

Beberapa wanita mungkin rentan mengalami luka setelah operasi Caesar. Luka tersebut bisa disebabkan karena faktor-faktor berikut ini.

  • Kegemukan
  • Diabetes atau gangguan imun seperti HIV
  • Infeksi cairan amniotic dan membran janin selama persalinan
  • Mendapatkan steroid jangka panjang melalui mulut atau intravena
  • Perawatan prenatal yang buruk
  • Pernah menjalani operasi Caesar sebelumnya
  • Kurangnya antibiotik atau perawatan antimikroba
  • Persalinan dengan durasi yang lama
  • Kehilangan darah dalam jumlah banyak selama persalinan atau operasi

Berdasarkan penelitian yang dilakukan tahun 2012 oleh South African Medical Journal, wanita yang menerima jahitan nilon setelah persalinan Caesar juga lebih mungkin mengalami infeksi kulit. Jahitan staples juga dapat membuat infeksi. Kebanyakan orang akan memilih jahitan yang terbuat dari poliglikolida (PGA), karena jahitannya dapat diserat dan terurai.

Jika Anda menjalani operasi Caesar, sangat penting untuk memantau luka dan mengikuti petunjuk dari dokter setelah operasi. Jika Anda tidak dapat melihat lukanya, maka minta bantuan orang terdekat untuk terus memantaunya setiap 2 hari sekali untuk memperhatikan tanda infeksi kulit. Melahirkan dengan operasi Caesar juga dapat menempatkan Anda pada risiko terhadap masalah lain, seperti pembekuan darah.

Hubungi dokter untuk berkonsultasi dan mencari perawatan medis jika Anda mengalami gejala-gejala seperti ini:

  • Sakit perut yang berlebihan
  • Kemerahan di situs insisi
  • Pembengkakan di situs insisi
  • Keluarnya nanah dari situs insisi
  • Rasa sakit di sayatan yang memburuk
  • Demam lebih dari 38 derajat Celsius
  • Buang air kecil terasa sakit
  • Kotoran dari vagina berbau tidak sedap
  • Pendarahan
  • Nyeri atau bengkak pada kaki

Beberapa infeksi luka pascaoperasi Caesar akan ditangani sebelum pasien keluar dari rumah sakit. Namun, infeksi kulit tidak muncul dengan cepat. Faktanya, banyak infeksi pascaoperasi yang muncul dalam beberapa minggu setelah melahirkan. Sebagian besar infeksi ini baru muncul pada diagnosis lanjutan dari dokter:

  • Adanya luka
  • Tidak adanya kemajuan penyembuhan
  • Adanya gejala infeksi umum
  • Adanya bakteri tertentu

Dokter mungkin harus membuka luka untuk mendiagnosis dan memberikan Anda perawatan yang tepat. Jika terdapat nanah, maka dokter akan menggunakan jarum untuk mengeluarkan nanah tersebut dari luka. Cairan itu dapat dikirim ke laboratorium untuk mengidentifikasi masalah.

Infeksi kulit pascaoperasi Caesar akan dikategorikan sebagai luka selulitis atau abses luka (abdominal). Infeksi ini juga dapat menyebar dan menyebabkan masalah dengan organ, kulit, darah, serta jaringan lokal di sekitarnya.

  1. Selulitis

Luka ini biasanya disebabkan oleh bakteri bernama staphylococcal atau streptokokus. Keduanya merupakan bagian dari bakteri normal yang ditemukan pada kulit. Dengan adanya selulitis, jaringan yang terinfeksi di bawah kulit akan meradang. Kemerahan dan bengkak tersebut akan menyebar dengan cepat dari sayatan bedah ke luar kulit yang ada di dekatnya. Kulit yang terinfeksi ini biasanya hangat dan lembut saat disentuh. Secara umum, nanah tidak akan muncul dari dalam sayatan.

  • Abdominal

Kondisi abses luka ini disebabkan oleh bakteri yang sama dengan selulitis dan bakteri lainnya. Infeksi di tempat bekas pembedahan akan kemerahan, terasa lembut, dan bengkak di sepanjang tepi sayatan. Nanah akan keluar dari luka tersebut. abses dapat terbentuk pada insisi uterus, jaringan parut, ovarium, dan jaringan lain atau organ di dekat infeksi itu terjadi.

Bakteri yang menyebabkan luka abses juga dapat menimbulkan endometritis yaitu iritasi operasi Caesar dari lapisan uterus yang akan menyebabkan:

  • Rasa sakit
  • Pendarahan yang abnormal
  • Pembengkakan
  • Demam
  • Rasa tidak nyaman
Read More

10 Tips Kehamilan untuk Kesehatan Ibu dan Janin

Tips kehamilan sehat bukan hanya terbatas pada cara menjaga konsumsi makanan bergizi bagi calon buah hati. Beberapa di antaranya justru banyak yang mengarah pada aktivitas fisik dan psikis, untuk menunjang kondisi bayi dalam kandungan. Nah, berikut ini adalah beberapa tips untuk mendukung kesehatan selama periode kehamilan.

1. Hentikan Kebiasaan Buruk

Menjaga kesehatan bukanlah hal yang mudah. Apalagi bila selama ini belum pernah sekalipun menerapkan pola hidup sehat. Sambil menunggu saat kehamilan tiba bersama pasangan, ada baiknya Anda mencoba untuk menerapkan gaya hidup sehat. Misalnya, berhenti rokok, menghindari alkohol, serta istirahat yang cukup.

2. Gunakan Sunscreen

Tips kehamilan sehat selanjutnya adalah dengan rutin menggunakan sunscreen sebelum beraktivitas di luar rumah. Mengapa harus memakai tabir surya? Sebab, kulit wanita hamil cenderung lebih sensitif. Jadi, sebaiknya ibu hamil memakai sunscreen dengan SPF 30+ untuk menjaga kondisi kulit.

3. Tetap Olahraga

Olahraga adalah anjuran bagi siapapun yang ingin hidup sehat, tak terkecuali bagi ibu hamil. Lakukan olahraga seperti biasanya. Dengan catatan, olahraga masih dalam taraf ringan dan memperhatikan kondisi kandungan bila sudah membesar.

4. Mempersiapkan Kebutuhan Setelah Persalinan

Penting bagi setiap calon orangtua untuk menghitung waktu kelahiran si kecil. Hal ini dilakukan agar ada persiapan yang matang saat persalinan tiba. Anda bisa mencatat hari perkiraan lahir (HPL), menyiapkan baju yang akan digunakan usai melahirkan, hingga menyiapkan musik yang ingin didengarkan.

5. Belajar Menjadi Ibu

Sebagai calon ibu, Anda juga harus banyak belajar dari buku maupun pengalaman orang-orang terdekat. Misalnya, memahami cara merawat bayi saat rewel atau cara memandikan bayi dengan benar di usia tertentu.

6. Mengonsumsi Buah

Buah-buahan merupakan makanan bernutrisi yang dibutuhkan bagi perkembangan janin serta kesehatan ibu. Buah diperkaya antioksidan untuk membantu ibu rileks serta memenuhi kebutuhan vitamin dan mineralnya.

7. Penuhi Kebutuhan Asam Folat

Asam folat bisa diperoleh dari sayuran hijau seperti bayam, brokoli, asparagus serta kacang-kacangan. Asam folat berperan dalam pembentukan janin, terutama pada trimester pertama kehamilan.

8. Pilih Sepatu yang Tepat

Sebelum memasuki usia kehamilan besar, anda bisa menggunakan sepatu lama dengan ukuran atau ketinggian sesuai keinginan. Akan tetapi, saat masa kehamilan memasuki trimester kedua, sebaiknya segera hentikan kebiasaan ini. Anda bisa mengganti sepatu dengan tipe flatshoes untuk menjaga kondisi tubuh serta memberikan kenyamanan saat bepergian.

9. Jaga Berat Badan

Berat badan ketika hamil memang akan bertambah secara signifikan. Itulah sebabnya, penting untuk mencatat setiap kenaikan berat badan dan membandingkannya dengan berat badan normal di masa kehamilan.

10. Ketahui Saat Tepat Hubungi Dokter

Untuk menghindari kepanikan, sebaiknya cari tahu saat yang tepat untuk menghubungi dokter ketika terjadi kontraksi pada kehamilan. Hal ini akan mengurangi risiko buruk yang mungkin terjadi. Itulah beberapa tips kehamilan sehat yang direkomendasikan. Penerapannya bisa dilakukan sebelum hamil hingga menunggu si kecil lahir. Dengan mempraktikkan tips di atas, semoga kesehatan Anda dan si kecil tetap terjaga, hingga persalinan tiba dan seterusnya.

Read More

5 Jenis Bentuk Tubuh yang Mencerminkan Kesehatan Anda

Bentuk tubuh dapat menentukan kesehatan seseorang. Sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan satu faktor ini. Ukuran bentuk tubuh seseorang menjadi penentu apakah ia sehat atau memiliki masalah kesehatan. Anda harus tetap mengontrolnya secara berkala ke dokter untuk melakukan check up. Penjelasan di bawah ini akan menggambarkan bentuk tubuh apa saja yang harus Anda perhatikan.

  1. Ectomorph

Ectomorph merupakan tipe kerangka yang lebih sempit, yang mana tulang dan sendi lebih tipis dan kecil. Postur badan seperti ini biasanya dimiliki oleh ballerina atau model. Namun, dengan bentuk tubuh seperti ini, berat badan Anda cenderung lebih cepat naik saat Anda bertambah tua. Hal ini terjadi karena tubuh Anda terbiasa memproses makanan dengan cepat sehingga sulit untuk membentuk otot.

  • Endomorph

Bentuk tubuh ini biasanya memiliki banyak lemak dan otot, bahu yang lebih kecil, serta struktur tulang yang besar. Biasanya postur tubuh ini dimiliki oleh para pemain American football. Postur tubuh seperti ini menunjukkan sangat mudah untuk berat badan naik, terutama pada bagian perut bawah dan pinggul sehingga sulit untuk menurunkan lemak di bagian ini.

  • Mesomorph

Postur tubuh seperti ini dimiliki oleh seseorang yang memiliki bahu lebar dan sangat atletis. Pemilik badan ini biasanya dimiliki oleh para pemain sepak bola atau pelari. Dengan bentuk tubuh seperti ini, Anda sangat mudah untuk mengurangi bahkan menaikkan berat badan karena tubuh Anda terbiasa dengan aktivitas seperti bodybuilding.

  • Pear Shape

Bentuk tubuh seperti buah pir ini adalah gabungan dari endomorph dan ectomorph. Anda yang memiliki postur tubuh ini menyimpan lemak berlebih di bagian pinggul dan bagian tubuh yang rapat. Biasanya postur tubuh ini dimiliki oleh kebanyakkan wanita.

  • Apple Shape

Apple Shape biasanya juga disebut sebagai perut bir, yang mengartikan bahwa lemak banyak tersimpan dalam perut sehingga membentuk berut yang buncit. Biasanya bentuk tubuh seperti ini banyak dimiliki oleh pria. Dengan bentuk tubuh seperti ini, Anda memiliki resiko tinggi terkena serangan jantung, kanker, diabetes tipe 2, dan koresterol yang tinggi.

Akan tetapi, tidak selamanya dokter menentukan kesehatan seseorang dengan bentuk tubuh yang terlihat. Mereka akan menggunakan beberapa cara untuk mengukur seberapa banyak lemak yang ada dalam tubuh Anda. Salah satu cara yang dilakukan oleh para dokter adalah dengan BMI (Body Mass Index). BMI sendiri menggunakan metode perhitungan gabungan dari tinggi dan berat badan Anda. Dengan pengukuran BMI di atas 25 menunjukkan bahwa Anda memiliki kelebihan berat badan, sementara di atas 30 menunjukkan bahwa Anda sudah obesitas. Sayangnya, cara ini bukan cara yang tepat untuk mengetahui di mana posisi lemak Anda berada karena lemak cenderung bergerak. Ada baiknya Anda melakukan pengukuran manual pada beberapa bagian tubuh seperti mengukur pinggang. Ukuran normal bagi pinggang perempuan adalah 35 inch sementara laki-laki adalah 40 inch. Dengan angka ini menunjukkan bahwa Anda memiliki tubuh yang sedikit besar

Read More

Dilema Berat Wanita Setelah Melahirkan, Memilih Bekerja Atau Di Rumah?

Bingung harus mempertahankan karir dan pendapatan atau mengasuh bayi? Memilih bekerja atau di rumah memang rumit, karena persoalan ini tidak hanya melulu seputar masalah finansial saja. Dewasa ini, banyak wanita dari berbagai latar belakang ekonomi yang lebih memilih mengasuh anak di rumah. Jika Anda termasuk yang masih bingung memilih bekerja atau di rumah, poin-poin berikut mungkin bisa membantu Anda membuat keputusan:

  1. Finansial

Kondisi finansial tentunya adalah faktor penting dalam memilih bekerja atau di rumah. Biaya-biaya kebutuhan primer seperti sandang, pangan, papan, dan kesehatan harus dipertimbangkan dengan masak-masak. Setiap rumah punya kebutuhan finansial yang berbeda-beda, jadi tentunya pilihan ini kembali lagi kepada perhitungan pendapatan dan biaya yang dibutuhkan.

Diskusikan masalah finansial ini dengan pasangan, dan jika Anda berdua membutuhkan bantuan, coba diskusikan dengan ahli finansial untuk memberikan solusi secara profesional.

  1. Preferensi Pribadi

Perasaan Anda penting dalam memilih bekerja atau di rumah, karena akan ada pengaruhnya terhadap kehidupan anak juga. Para ahli mengatakan bahwa tingkat kepuasan ibu dan kualitas waktu yang diluangkan bersama anak adalah komponen terbesar terhadap perkembangan intelektual dan emosional anak, serta menentukan kemampuannya untuk sukses di kemudian hari. Artinya, ibu yang berbahagia terhadap kualitas hidupnya akan lebih puas dan memiliki hubungan dengan anak yang lebih baik.

  1. Dukungan Pasangan

Dukungan pasangan juga penting dalam memilih bekerja atau di rumah. Jika pasangan tidak puas dengan keputusan Anda untuk di rumah, maka mereka dikhawatirkan menjadi enggan membantu kebutuhan rumah, membesarkan anak, dan sebagainya. Sebaliknya, jika memilih bekerja, maka bisa saja pasangan menilai tindakan Anda egois. 

Daripada mengambil keputusan secara terburu-buru, coba evaluasi dalam jangka waktu 6 bulan kondisi yang sedang berjalan. Pikirkan potensi-potensi yang mungkin muncul dan cara mengatasinya, misalnya jika ibu bekerja maka harus ada solusi antar jemput anak dan sebagainya.

  1. Dukungan Teman

Apapun keputusan dari memilih bekerja atau di rumah, pastikan Anda punya dukungan dari teman atau keluarga yang siap mendengarkan. Jika memilih tinggal di rumah, Anda akan menemukan wanita lain dengan pilihan yang sama di lingkungan sekitar rumah. Jika memilih bekerja, Anda juga disarankan untuk bersosialisasi dengan wanita yang memiliki kondisi sama. Komunitas ini akan memberikan bantuan dan dukungan karena paham akan dilema yang dihadapi.

  1. Karir dan Lingkungan Kerja

Posisi karir dan lingkungan kerja yang bersahabat akan mempersulit memilih bekerja atau tinggal di rumah. Sebaliknya, jika pimpinan kantor tidak fleksibel dan pengertian, maka akan mudah untuk memilih tinggal di rumah. Namun sebelum Anda gegabah, pertimbangkan  juga kemungkinan untuk kembali bekerja setelah berhenti dari perusahaan sekarang. Cari tahu cara untuk tetap relevan di bidang pekerjaan Anda, jika dibutuhkan. 

  1. Kultur Sosial

Tradisi atau norma-norma sosial sering mendikte wanita untuk memilih tinggal di rumah daripada bekerja. Wanita karir mungkin akan merasa bersalah jika harus meninggalkan anak di rumah saat bekerja. Banyaknya penekanan terhadap asuhan ibu demi kebaikan anak juga akan membuat pilihan ini kian dilematis.

Terlepas dari didikan dan normal sosial, cara terbaik adalah menganalisa kembali kebutuhan Anda, termasuk target dan tujuan dalam hidup. Prioritaskan kebahagiaan Anda karena ibu yang bahagia membuat keluarga lebih bahagia.

Apapun keputusan Anda dalam memilih bekerja atau tinggal di rumah, ingat bahwa tidak ada yang sempurna dalam membesarkan anak. Cari tahu definisi orangtua terbaik menurut Anda dan jangan menyesal terhadap perubahan yang terjadi dari keputusan Anda. Terakhir, ingat bahwa tidak ada hal yang mutlak. Artinya Anda juga harus fleksibel dan berpikiran terbuka. Perubahan pasti akan terjadi, dan saran terbaik untuk Anda adalah tetap menjalani dengan penuh semangat dan keikhlasan.

Read More