wanita tagged posts

Rambut Rontok? Kenali Gejalanya Berikut Ini

Gejala rambut rontok pada pria dan wanita berbeda-beda, dan juga pada anak-anak. Namun, orang di usia berapa pun dan jenis kelamin apa pun, pasti bisa mengalami rambut rontok. Banyak yang menyadari rambut rontok dari banyaknya helai rambut di sisir yang mereka gunakan atau di kamar mandi saat sedang keramas.

Pada pria, gejala rambut rontok yang biasa terjadi adalah sebagai berikut:

  • Menipisnya rambut pada bagian kulit kepala pria. Hal ini biasa terjadi pada pria yang mulai mengalami rambut rontok
  • Garis rambut yang mulai berkurang pada pria juga merupakan salah satu gejala yang umum terlihat pada mereka yang mengalami kerontokan rambut
  • Terlihatnya pola berbentuk tapal kuda yang membuat bagian mahkota kepala pada pria terlihat dengan sangat jelas

Pada wanita, gejala rambut rontok yang ditunjukkan berbeda lagi dengan gejala yang terlihat pada pria. Gejala yang terlihat, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Menipisnya rambut secara menyeluruh, terutama di bagian mahkota rambut. Jika Anda mengalami gejala tersebut, mulailah melakukan beberapa tindakan pencegahan agar rambut Anda tidak semakin menipis

Berbeda dengan pria dan wanita dewasa, gejala rambut rontok yang biasa terjadi pada anak-anak adalah sebagai berikut:

  • Beberapa bagian rambut tiba-tiba mengalami kerontokan
  • Terjadi kerontokan pada rambut di seluruh bagian tubuh, tidak hanya di kepala saja
  • Rambut rontok secara berlebihan, tetapi tidak sepenuhnya botak yang disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya adalah penyakit dan perawatan karena obat-obatan, penurunan berat badan yang sangat cepat, anemia, dan bisa juga karena stres

Rambut rontok mungkin umum terjadi pada siapapun, namun dalam jumlah dan tentunya juga kondisi yang normal. Namun, di beberapa kasus, rambut rontok perlu mendapatkan perhatian yang ekstra dan bahkan Anda mungkin memerlukan konsultasi dengan dokter untuk menangani gejala rambut rontok yang Anda alami.

Jika Anda atau suami Anda, atau anak Anda mengalami beberapa gejala berikut ini, pastikan Anda segera menghubungi dokter untuk mengetahui tindakan selanjutnya yang harus Anda lakukan agar gejala tidak semakin parah dan bisa diatasi dengan lebih cepat.

Berikut adalah beberapa gejala yang perlu dikonsultasikan lebih lanjut kepada dokter:

  • Anda mengalami rambut rontok secara tiba-tiba. Jika pada sebelumnya, rambut Anda tidak memiliki masalah berarti, namun tiba-tiba rambut rontok secara mendadak, segeralah berkonsultasi dengan dokter ahli
  • Anak Anda memiliki bagian rambut yang rusak dan kerontokan rambut yang tidak lengkap pada bagian kulit kepala dan/atau alis mata
  • Anak Anda secara sering menggosok atau menarik-narik rambutnya
  • Anda atau anak Anda mengalami kerontokan rambut yang sulit untuk dijelaskan pada bagian tubuh mana pun, tidak hanya pada bagian kulit kepala saja

Itu adalah gejala rambut rontok yang biasa terjadi pada pria, wanita serta anak-anak.Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, semua orang, terlepas dari umur dan jenis kelaminnya bisa mengalami kerontokan rambut. Yang berbeda hanyalah pada gejalanya saja.

Read More

Selain Wanita, Pria juga Mengalami Gejala-gejala Kehamilan Ini

Mungkin banyak orang berpikir bahwa hanya wanita saja yang merasakan gejala kehamilan, seperti ngidam, mual, atau muntah. Namun tahukah Anda bahwa para suami atau pasangan juga bisa merasakan gejala kehamilan serupa. Gejala kehamilan tersebut disebut sebagai gejala kehamilan simpatik atau dikenal dengan sindrom couvade.

Sindrom couvade merupakan kondisi saat suami ikut mengalami gejala-gejala kehamilan. Menurut penelitian tahun 2005, sekitar 90% pria yang istrinya sedang hamil mengalami paling tidak satu gejala-gejala pada awal kehamilan. Lalu, apa saja gejala kehamilan pada pasangangan yang sering dirasakan?

Kecemasan

Entah karena alasan apa, pasangan Anda mungkin mendadak sering merasa gugup dan cemas. Ia mulai mencemaskan banyak hal yang mungkin menurut Anda tidak perlu dicemaskan. Misalnya, tiba-tiba takut akan gelap atau kebisingan. Namun sejauh ini belum ada penelitian yang mampu mengungkapkan fenomena kecemasan tersebut.

Akan tetapi menurut penuturan dari beberapa orang yang telah memiliki anak. Kecemasan itu dikarenakan ketakutan suami akan hal-hal yang mungkin terjadi pada ibu maupun bayi yang ada dalam kandungan. Bisa juga karena kecemasan selama persalinan berlangsung. Sehingga kemudian suami bersikap ekstra hati-hati dan mencemaskan ini-itu.

Nafsu Makan Meningkat

Gejala kehamilan pada pasangan yang umumnya dirasakan adalah perubahan nafsu makan. Ternyata, peningkatan nafsu makan tidak hanya terjadi pada ibu hamil. Dalam beberapa kasus, justru pasangan atau suami menjadi gila makan padahal sebelumnya tidak demikian. Di sisi lain, justru Anda lebih stabil dalam mengendalikan nafsu makan.

Emosi Tidak Stabil

Ketidakstabilan mood atau emosi adalah salah gejala kehamilan pada pasangan. Selama masa kehamilan, Anda mungkin akan menemukan suami mudah sekali berubah mood. Suatu waktu Ia tampak senang, tapi di waktu yang lain Ia bisa terlihat sedih ataupun marah tiba-tiba. Jika Anda menemukan gejala ini pada pasangan, segeralah tenangkan mereka.

Ketidakstabilan emosi itu bisa dipicu oleh perasaan yang bercampur aduk. Senang lantaran akan memiliki bayi tapi juga takut akan kerepotan nantinya. Hal ini cukup wajar terjadi, terlebih bagi pasangan yang baru saja menikah dan memiliki anak pertama.

Menyakiti Dirinya Sendiri

Pernahkah Anda menemukan suami mencubit atau memukul dirinya sendiri saat Anda mengalami kontraksi atau kesakitan? Jika iya, itu merupakan gejala kehamilan yang juga terjadi pada pasangan. Hal tersebut terjadi lantaran suami juga ingin berbagi rasa sakit selama kehamilan Anda.

Morning Sickness Meningkat Dua Kali Lipat

Apabila Anda beranggapan hanya ibu hamil saja yang mengalami morning sickness, nyatanya tidak demikian. Saat masa kehamilan, suami juga bisa mengalami morning sickness yang sama atau bahkan dua kali lebih parah. Ia bisa merasa mual, lelah, lemas dan bahkan muntah sepanjang hari. Fenomena tersebut bukanlah suatu hal yang aneh.

Peningkatan Berat Badan

Menurut sebuah penelitian, selama masa kehamilan istrinya, rata-rata suami mengalami peningkatan berat badan hingga 14 kilogram. Gejala ini terjadi lantaran para calon ayah dilanda kecemasan akan perubahan hidup yang akan dialaminya. Rasa cemas tersebut kemudian mendorong mereka mencari kenyamanan, antara lain dengan makan lebih banyak sehingga berat badan ikut bertambah. Itulah beberapa gejala kehamilan yang dapat melanda pasangan laki-laki. Antisipasi hal-hal tersebut dengan mempersiapkan mental dan selalu menjaga pola hidup sehat sepanjang hari, agar Anda dapat membantu istri menjalani kehamilan dengan lancar, tanpa menambah kerepotannya.

Read More

10 Tips Kehamilan untuk Kesehatan Ibu dan Janin

Tips kehamilan sehat bukan hanya terbatas pada cara menjaga konsumsi makanan bergizi bagi calon buah hati. Beberapa di antaranya justru banyak yang mengarah pada aktivitas fisik dan psikis, untuk menunjang kondisi bayi dalam kandungan. Nah, berikut ini adalah beberapa tips untuk mendukung kesehatan selama periode kehamilan.

1. Hentikan Kebiasaan Buruk

Menjaga kesehatan bukanlah hal yang mudah. Apalagi bila selama ini belum pernah sekalipun menerapkan pola hidup sehat. Sambil menunggu saat kehamilan tiba bersama pasangan, ada baiknya Anda mencoba untuk menerapkan gaya hidup sehat. Misalnya, berhenti rokok, menghindari alkohol, serta istirahat yang cukup.

2. Gunakan Sunscreen

Tips kehamilan sehat selanjutnya adalah dengan rutin menggunakan sunscreen sebelum beraktivitas di luar rumah. Mengapa harus memakai tabir surya? Sebab, kulit wanita hamil cenderung lebih sensitif. Jadi, sebaiknya ibu hamil memakai sunscreen dengan SPF 30+ untuk menjaga kondisi kulit.

3. Tetap Olahraga

Olahraga adalah anjuran bagi siapapun yang ingin hidup sehat, tak terkecuali bagi ibu hamil. Lakukan olahraga seperti biasanya. Dengan catatan, olahraga masih dalam taraf ringan dan memperhatikan kondisi kandungan bila sudah membesar.

4. Mempersiapkan Kebutuhan Setelah Persalinan

Penting bagi setiap calon orangtua untuk menghitung waktu kelahiran si kecil. Hal ini dilakukan agar ada persiapan yang matang saat persalinan tiba. Anda bisa mencatat hari perkiraan lahir (HPL), menyiapkan baju yang akan digunakan usai melahirkan, hingga menyiapkan musik yang ingin didengarkan.

5. Belajar Menjadi Ibu

Sebagai calon ibu, Anda juga harus banyak belajar dari buku maupun pengalaman orang-orang terdekat. Misalnya, memahami cara merawat bayi saat rewel atau cara memandikan bayi dengan benar di usia tertentu.

6. Mengonsumsi Buah

Buah-buahan merupakan makanan bernutrisi yang dibutuhkan bagi perkembangan janin serta kesehatan ibu. Buah diperkaya antioksidan untuk membantu ibu rileks serta memenuhi kebutuhan vitamin dan mineralnya.

7. Penuhi Kebutuhan Asam Folat

Asam folat bisa diperoleh dari sayuran hijau seperti bayam, brokoli, asparagus serta kacang-kacangan. Asam folat berperan dalam pembentukan janin, terutama pada trimester pertama kehamilan.

8. Pilih Sepatu yang Tepat

Sebelum memasuki usia kehamilan besar, anda bisa menggunakan sepatu lama dengan ukuran atau ketinggian sesuai keinginan. Akan tetapi, saat masa kehamilan memasuki trimester kedua, sebaiknya segera hentikan kebiasaan ini. Anda bisa mengganti sepatu dengan tipe flatshoes untuk menjaga kondisi tubuh serta memberikan kenyamanan saat bepergian.

9. Jaga Berat Badan

Berat badan ketika hamil memang akan bertambah secara signifikan. Itulah sebabnya, penting untuk mencatat setiap kenaikan berat badan dan membandingkannya dengan berat badan normal di masa kehamilan.

10. Ketahui Saat Tepat Hubungi Dokter

Untuk menghindari kepanikan, sebaiknya cari tahu saat yang tepat untuk menghubungi dokter ketika terjadi kontraksi pada kehamilan. Hal ini akan mengurangi risiko buruk yang mungkin terjadi. Itulah beberapa tips kehamilan sehat yang direkomendasikan. Penerapannya bisa dilakukan sebelum hamil hingga menunggu si kecil lahir. Dengan mempraktikkan tips di atas, semoga kesehatan Anda dan si kecil tetap terjaga, hingga persalinan tiba dan seterusnya.

Read More

5 Jenis Bentuk Tubuh yang Mencerminkan Kesehatan Anda

Bentuk tubuh dapat menentukan kesehatan seseorang. Sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan satu faktor ini. Ukuran bentuk tubuh seseorang menjadi penentu apakah ia sehat atau memiliki masalah kesehatan. Anda harus tetap mengontrolnya secara berkala ke dokter untuk melakukan check up. Penjelasan di bawah ini akan menggambarkan bentuk tubuh apa saja yang harus Anda perhatikan.

  1. Ectomorph

Ectomorph merupakan tipe kerangka yang lebih sempit, yang mana tulang dan sendi lebih tipis dan kecil. Postur badan seperti ini biasanya dimiliki oleh ballerina atau model. Namun, dengan bentuk tubuh seperti ini, berat badan Anda cenderung lebih cepat naik saat Anda bertambah tua. Hal ini terjadi karena tubuh Anda terbiasa memproses makanan dengan cepat sehingga sulit untuk membentuk otot.

  • Endomorph

Bentuk tubuh ini biasanya memiliki banyak lemak dan otot, bahu yang lebih kecil, serta struktur tulang yang besar. Biasanya postur tubuh ini dimiliki oleh para pemain American football. Postur tubuh seperti ini menunjukkan sangat mudah untuk berat badan naik, terutama pada bagian perut bawah dan pinggul sehingga sulit untuk menurunkan lemak di bagian ini.

  • Mesomorph

Postur tubuh seperti ini dimiliki oleh seseorang yang memiliki bahu lebar dan sangat atletis. Pemilik badan ini biasanya dimiliki oleh para pemain sepak bola atau pelari. Dengan bentuk tubuh seperti ini, Anda sangat mudah untuk mengurangi bahkan menaikkan berat badan karena tubuh Anda terbiasa dengan aktivitas seperti bodybuilding.

  • Pear Shape

Bentuk tubuh seperti buah pir ini adalah gabungan dari endomorph dan ectomorph. Anda yang memiliki postur tubuh ini menyimpan lemak berlebih di bagian pinggul dan bagian tubuh yang rapat. Biasanya postur tubuh ini dimiliki oleh kebanyakkan wanita.

  • Apple Shape

Apple Shape biasanya juga disebut sebagai perut bir, yang mengartikan bahwa lemak banyak tersimpan dalam perut sehingga membentuk berut yang buncit. Biasanya bentuk tubuh seperti ini banyak dimiliki oleh pria. Dengan bentuk tubuh seperti ini, Anda memiliki resiko tinggi terkena serangan jantung, kanker, diabetes tipe 2, dan koresterol yang tinggi.

Akan tetapi, tidak selamanya dokter menentukan kesehatan seseorang dengan bentuk tubuh yang terlihat. Mereka akan menggunakan beberapa cara untuk mengukur seberapa banyak lemak yang ada dalam tubuh Anda. Salah satu cara yang dilakukan oleh para dokter adalah dengan BMI (Body Mass Index). BMI sendiri menggunakan metode perhitungan gabungan dari tinggi dan berat badan Anda. Dengan pengukuran BMI di atas 25 menunjukkan bahwa Anda memiliki kelebihan berat badan, sementara di atas 30 menunjukkan bahwa Anda sudah obesitas. Sayangnya, cara ini bukan cara yang tepat untuk mengetahui di mana posisi lemak Anda berada karena lemak cenderung bergerak. Ada baiknya Anda melakukan pengukuran manual pada beberapa bagian tubuh seperti mengukur pinggang. Ukuran normal bagi pinggang perempuan adalah 35 inch sementara laki-laki adalah 40 inch. Dengan angka ini menunjukkan bahwa Anda memiliki tubuh yang sedikit besar

Read More

Dilema Berat Wanita Setelah Melahirkan, Memilih Bekerja Atau Di Rumah?

Bingung harus mempertahankan karir dan pendapatan atau mengasuh bayi? Memilih bekerja atau di rumah memang rumit, karena persoalan ini tidak hanya melulu seputar masalah finansial saja. Dewasa ini, banyak wanita dari berbagai latar belakang ekonomi yang lebih memilih mengasuh anak di rumah. Jika Anda termasuk yang masih bingung memilih bekerja atau di rumah, poin-poin berikut mungkin bisa membantu Anda membuat keputusan:

  1. Finansial

Kondisi finansial tentunya adalah faktor penting dalam memilih bekerja atau di rumah. Biaya-biaya kebutuhan primer seperti sandang, pangan, papan, dan kesehatan harus dipertimbangkan dengan masak-masak. Setiap rumah punya kebutuhan finansial yang berbeda-beda, jadi tentunya pilihan ini kembali lagi kepada perhitungan pendapatan dan biaya yang dibutuhkan.

Diskusikan masalah finansial ini dengan pasangan, dan jika Anda berdua membutuhkan bantuan, coba diskusikan dengan ahli finansial untuk memberikan solusi secara profesional.

  1. Preferensi Pribadi

Perasaan Anda penting dalam memilih bekerja atau di rumah, karena akan ada pengaruhnya terhadap kehidupan anak juga. Para ahli mengatakan bahwa tingkat kepuasan ibu dan kualitas waktu yang diluangkan bersama anak adalah komponen terbesar terhadap perkembangan intelektual dan emosional anak, serta menentukan kemampuannya untuk sukses di kemudian hari. Artinya, ibu yang berbahagia terhadap kualitas hidupnya akan lebih puas dan memiliki hubungan dengan anak yang lebih baik.

  1. Dukungan Pasangan

Dukungan pasangan juga penting dalam memilih bekerja atau di rumah. Jika pasangan tidak puas dengan keputusan Anda untuk di rumah, maka mereka dikhawatirkan menjadi enggan membantu kebutuhan rumah, membesarkan anak, dan sebagainya. Sebaliknya, jika memilih bekerja, maka bisa saja pasangan menilai tindakan Anda egois. 

Daripada mengambil keputusan secara terburu-buru, coba evaluasi dalam jangka waktu 6 bulan kondisi yang sedang berjalan. Pikirkan potensi-potensi yang mungkin muncul dan cara mengatasinya, misalnya jika ibu bekerja maka harus ada solusi antar jemput anak dan sebagainya.

  1. Dukungan Teman

Apapun keputusan dari memilih bekerja atau di rumah, pastikan Anda punya dukungan dari teman atau keluarga yang siap mendengarkan. Jika memilih tinggal di rumah, Anda akan menemukan wanita lain dengan pilihan yang sama di lingkungan sekitar rumah. Jika memilih bekerja, Anda juga disarankan untuk bersosialisasi dengan wanita yang memiliki kondisi sama. Komunitas ini akan memberikan bantuan dan dukungan karena paham akan dilema yang dihadapi.

  1. Karir dan Lingkungan Kerja

Posisi karir dan lingkungan kerja yang bersahabat akan mempersulit memilih bekerja atau tinggal di rumah. Sebaliknya, jika pimpinan kantor tidak fleksibel dan pengertian, maka akan mudah untuk memilih tinggal di rumah. Namun sebelum Anda gegabah, pertimbangkan  juga kemungkinan untuk kembali bekerja setelah berhenti dari perusahaan sekarang. Cari tahu cara untuk tetap relevan di bidang pekerjaan Anda, jika dibutuhkan. 

  1. Kultur Sosial

Tradisi atau norma-norma sosial sering mendikte wanita untuk memilih tinggal di rumah daripada bekerja. Wanita karir mungkin akan merasa bersalah jika harus meninggalkan anak di rumah saat bekerja. Banyaknya penekanan terhadap asuhan ibu demi kebaikan anak juga akan membuat pilihan ini kian dilematis.

Terlepas dari didikan dan normal sosial, cara terbaik adalah menganalisa kembali kebutuhan Anda, termasuk target dan tujuan dalam hidup. Prioritaskan kebahagiaan Anda karena ibu yang bahagia membuat keluarga lebih bahagia.

Apapun keputusan Anda dalam memilih bekerja atau tinggal di rumah, ingat bahwa tidak ada yang sempurna dalam membesarkan anak. Cari tahu definisi orangtua terbaik menurut Anda dan jangan menyesal terhadap perubahan yang terjadi dari keputusan Anda. Terakhir, ingat bahwa tidak ada hal yang mutlak. Artinya Anda juga harus fleksibel dan berpikiran terbuka. Perubahan pasti akan terjadi, dan saran terbaik untuk Anda adalah tetap menjalani dengan penuh semangat dan keikhlasan.

Read More