temperamental tagged posts

Mengapa Seseorang Mudah Marah dan Temperamental?

Semua orang pasti pernah marah. Intensitas kemarahan seseorang bervariasi, mulai dari rasa terganggu hingga kemarahan ekstrim. Merasa marah sebagai bentuk respon terhadap sebuah situasi merupakan hal yang normal dan sehat. Namun, terkadang orang merasa sangat temperamental dan marah tanpa dapat dikontrol meskipun penyebabnya hal-hal yang sepele. Dalam kasus ini, temperamental dan marah tersebut bukan lagi menjadi sebuah hal yang normal, melainkan adanya gangguan emosi serius.

Penyebab dan gejala gangguan marah dan temperamental

Temperamental dan marah dapat muncul dari banyak sumber. Beberapa pemicu kemarahan dan temperamental adalah masalah personal (misalnya masalah pekerjaan dan hubungan percintaan), masalah yang disebabkan oleh orang lain (contohnya membatalkan rencana yang telah dibuat), sebuah kejadian tertentu (contohnya terjebak dalam kemacetan saat berangkat kerja), hingga ingatan atau kejadian traumatis di masa lalu. Dalam kasus-kasus tertentu, masalah kemarahan dapat disebabkan karena trauma di masa kecil yang membentuk temperamen dan kepribadian mereka. Dalam kasus lain, perubahan hormon serta gangguan mental juga dapat meyebabkan kemarahan.

Beberapa gejala masalah kemarahan dan temperamen yang tidak normal dan perlu diwaspadai adalah rasa marah yang memengaruhi hubungan dan kehidupan sosial; rasa bahwa Anda harus menyembunyikan atau menahan kemarahan; pikiran negatif yang konstan dan selalu berfokus pada pengalaman negatif; selalu merasa tidak sabra dan terganggu; kasar secara fisik saat marah; dan ketidakmampuan dalam mengatur amarah.

Kenapa masalah kemarahan perlu diobati?

Memiliki rasa marah bukan berarti Anda memiliki gangguan mental. Sehingga, tidak ada diagnosa khusus untuk masalah kemarahan atau temperamental. Akan tetapi, ada sekitar 32 gangguan mental dengan gejala marah. Sehingga ada kemungkinan bahwa rasa marah dan temperamental Anda disebabkan karena gangguan mental tertentu.

Apabila Anda tidak mengatasi sifat temperamental dan gangguan kemarahan tersebut, ada potensi Anda akan melakukan sesuatu yang ekstrim dan akan Anda sesali di kemudian hari. Tindakan kekerasan yang tidak terkontrol merupakan hal yang sering terjadi ketika seseorang gagal dalam menahan dan memendam amarah. Seseorang bisa sangat marah dan temperamental untuk kemudian menyakiti diri sendiri atau orang lain yang Anda sayangi tanpa ada maksud atau keinginan untuk melakukannya. Apabila Anda merasa memiliki gangguan kemarahan dan temperamental, carilah bantuan pakar kejiwaan seperti psikolog yang profesional.

Psikolog dapat merekomendasikan intervensi untuk mengontrol kemarahan Anda. Kelas manajemen kemarahan dan terapi berbicara merupakan dua cara intervensi yang paling sering dilakukan untuk mengatasi masalah temperamental dan kemarahan. Manajemen kemarahan akan mengajari Anda bagaimana cara mengidentifikasi rasa frustasi sejak dini dan mengatasinya. Saat marah, Anda bisa memberitahu orang lain, atau diri sendiri, tentang apa yang Anda butuhkan dalam keadaan tenang (alih-alih bersikap temperamental dan marah secara membabi buta). Psikolog juga akan membantu Anda mengidentifikasi pemicu kemarahan dan membaca bahasa tubuh serta emosi dan mencari tanda-tanda kemarahan. Mengetahui tanda-tanda tersebut merupakan satu langkah penting dalam mengontrol kemarahan.

Anda juga akan belajar ketrampilan perilaku dan cara berpikir baru yang dapat membantu mengatasi sifat temperamental dan marah. Apabila Anda memiliki kondisi kesehatan mental tertentu, psikolog Anda akan membantu mengatasi hal tersebut atau membuatya lebih mudah untuk mengontrol kemarahan yang dirasakan.

Rasa marah dan temperamental tidak harus selamanya mengganggu hidup Anda. Apabila Anda merasa ada kemarahan hebat yang tidak bisa dikontrol, carilah bantuan psikiater atau psikolog. Mereka akan membantu mengidentifikasi masalah Anda dan memberikan rekomendasi terapi yang cocok.

Read More