susu tagged posts

Tips Manajemen Pemberian ASI dan Susu Formula bagi Bayi

Ada kalanya, seorang ibu mengalami kendala saat hendak menyusui. Bisa jadi produksi ASI belum mencukupi, atau bayi yang masih enggan menyusu. Pemberian ASI dan susu formula (sufor) pun menjadi alternatif. 

Seorang konsultan laktasi bernama Freda Rosenfeld mengatakan, tidak masalah mengenalkan sufor pada bayi. Anda bisa mengombinasikan pemberian ASI dan susu formula dalam tiga kondisi berikut ini. Simak juga tips untuk mengaturnya.

Produksi ASI Tidak Mencukupi

Mencukupi kebutuhan asupan ASI untuk buah hati adalah tantangan tersendiri. Pada umumnya semakin Anda sering menyusui, semakin banyak produksi ASI. Namun, apa jadinya dengan ibu yang sedari awal sulit memproduksi ASI?

Banyak faktor yang mempengaruhi sedikitnya produksi ASI. Misalnya usia ibu. Wanita yang sudah berusia cukup tua dan baru memiliki buah hati biasanya bermasalah dengan produksi ASI. Selain itu, wanita yang sudah pernah melakukan operasi payudara juga bermasalah dengan ASI-nya.

Namun, Anda bisa berkonsultasi pada dokter anak untuk lebih memaksimalkan produksi ASI. Beberapa dokter anak menyarankan untuk melakukan pumping agar produksi ASI meningkat. Selain itu, ASI bisa dikombinasikan dengan sufor.

Kembali Sibuk Bekerja

Harus bekerja kembali ketika cuti melahirkan selesai akan menjadi tantangan tersendiri bagi ibu baru. Bagaimana tidak, pekerjaan sudah menanti, tapi kebutuhan ASI buah hati tetap harus terpenuhi. Pumping akan jadi salah satu solusi. Namun, itu juga bukan hal mudah.

Pertama, tidak semua kantor menyediakan ruang menyusui. Biasanya mereka harus menggunakan toilet atau tempat tertutup lain di kantor. Bagaimana jika si ibu bekerja di lapangan atau mobile? Tentu akan jadi tantangan tersendiri.

Kedua, mungkin ibu sudah menyimpan banyak ASI di freezer untuk persediaan. Namun, itu saja tentu tidak cukup. Sebab dalam 2-3 jam, bayi membutuhkan ASI. Oleh karena, Anda bisa mempertimbangkan pemberian sufor bagi bayi.

Sebelum berangkat kerja, Anda bisa menyusuinya. Di siang hari, bayi bisa diberikan sufor. Namun, saat malam atau setelah pulang kerja, Anda kembali memberikan ASI.

Cara ini tentunya akan memudahkan Anda di tengah kesibukan kerja dan mengurus anak. Asupan buah hati tetep terpenuhi secara baik dengan bantuan sufor. Selain itu, momen Anda saat menyusui juga tidak hilang.

Kurang Beristirahat

Kelelahan dan kurang tidur akan berdampak pada produksi ASI. Apalagi seorang ibu baru pasti akan kehilangan banyak waktu tidurnya. Bagaimana tidak, setiap 2-3 jam di malam hari, bayi membutuhkan susu. Tak heran jika banyak ibu baru mengeluh karena harus tetap terjaga setiap waktu.

Pemberian sufor bisa menjadi pilihan. Anda bisa meminta pasangan memberikan sufor melalui botol, saat bayi terbangun. Perut bayi akan lebih lama memproses susu formula dibanding ASI. Jadi, bayi akan kenyang lebih lama.

Salah satu cara menyiasatinya adalah menggabungkan ASI dengan susu formula. Mintalah kepada pasangan Anda untuk memberikan botol susu formula saat bayi terbangun. Perut bayi akan lebih lama memproses susu formula daripada ASI. Jadi bayi akan kenyang lebih lama. Manfaatkan waktu tersebut untuk mengganti waktu tidur Anda. Jika bayi terbangun kembali, Anda sudah bisa menyusuinya seperti biasa. Tentunya dengan keadaan yang lebih fit.

Read More