buah murbei tagged posts

Buah Murbei : Asal-usul, Kandungan Gizi, dan Manfaatnya

Sejarah Buah Murbei

Buah murbei atau Morus alba dikenal juga dengan sebutan buah bebesaran. Tanaman ini berasal dari daerah utara Cina yang telah dibudidayakan di berbagai tempat seluruh dunia, baik itu dengan iklim subtropis maupun tropis. Tanaman murbei tergolong tanaman yang cepat tumbuh, namun memiliki umur yang pendek.

Buah murbei jarang ditemui dalam kondisi segar di pasaran. Biasanya, buah ini diolah menjadi produk minuman sirup, selai, ataupun dalam sajian bubuk. Buah ini memiliki rasa asam manis, sehingga produk olahannya pun memberikan rasa yang enak di lidah.

Kandungan zat gizi buah murbei.

Jika dilihat sekilas, penampakan buah murbei seperti buah beri-berian, padahal buah murbei ini satu keluarga dengan buah ara, beringin, dan sukun. Dikutip dari Cancer Chemoprevention Research Center, tanaman buah murbei dijuluki sebagai tanaman sutra, karena bisa dijadikan sebagai tempat hidup ulat sutra. Seiring dengan berjalannya waktu, tanaman murbei mulai dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit.

Merujuk pada USDA, dalam 100 gram buah murbei mengandung energi 43 Kal, protein 1,44 g, lemak 0,39 g, karbohidrat 9,8 g, dan serat 1,7 gram. Selain zat gizi makro, buah murbei juga mengandung vitamin dan mineral yang tinggi, seperti kalsium, besi, posfor, kalium, natrium, vitamin A, C, dan K, asam folat, kolin, serta senyawa aktif berupa alfa-karoten, antosianin,  fenolik, flavonoid, dan komponen asam lemak.

Manfaat buah murbei untuk kesehatan.

Di Cina, tanaman murbei dimanfaatkan sebagai obat alternatif untuk mengobati penyakit. Menurut farmakologi Cina, buah murbei adalah tanaman yang memiliki fungsi sebagai anti demam, anti hipertensi, dan anti diabetes. Berikut ini 4 manfaat utama buah murbei untuk kesehatan tubuh.

  • Mencegah kanker.

Buah murbei memiliki kandungan antosianin yang tinggi, sehingga dapat melengkapi kebutuhan antioksidan di dalam tubuh. Antioksidan sendiri berperan penting untuk menetralisir radikal bebas atau senyawa-senyawa racun yang mengendap di tubuh kita.

Penumpukan radikal bebas dapat merusak sel dan jaringan tubuh, sehingga memicu terjadinya kanker. Menurut penelitian, buah murbei dapat menurunkan status stres oksidatif, yaitu kondisi tubuh dimana lebih banyak radikal bebas dibandingkan antioksidannya, sehingga berpotensi mengurangi risiko kanker.  

  • Mengurangi kadar kolesterol.

Kolesterol yang tinggi di dalam tubuh dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif, seperti hipertensi, jantung, stroke, dan diabetes. Sebuah studi menunjukkan bahwa ekstrak buah murbei dapat menurunkan kolesterol yang berlebih di dalam tubuh, dengan cara meningkatkan kadar HDL dan menurunkan kadar LDL. Studi lain juga menyatakan bahwa buah murbei juga dapat mengurangi pembentukan lemak di hati, sehingga berpotensi membantu mencegah penyakit fatty liver.

  • Mengontrol kadar gula darah.

Hal ini karena buah murbei mengandung senyawa 1-deoxynojirimycin (DNJ) yang dapat menghambat enzim pemecah karbohidrat di saluran pencernaan. Selain itu, buah muberi dapat memperlambat peningkatan kadar gula darah setelah makan. Oleh sebab itu, buah murbei baik dikonsumsi, terutama untuk orang yang memiliki riwayat diabetes.

  • Memelihara kesehatan organ penting di tubuh.

Buah murbei juga dikenal bermanfaat untuk melindungi kesehatan mata, hati, ginjal, tulang, dan sendi. Kandungan antioksidan yang tinggi, baik itu berasal dari senyawa flavanol, vitamin C, dan mineral berperan penting dalam melindungi kesehatan organ-organ di tubuh kita dari kerusakan akibat radikal bebas.

Tidak hanya buahnya saja yang dimanfaatkan, daun, batang, serta akar tanaman murbei juga dimanfaatkan sebagai obat-obatan tradisional dan bahan kosmetik. Dengan kandungan zat gizinya yang melimpah pada buah murbei, tidak heran jika buah ini dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai macam penyakit.

Read More