Kenali Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Dermatitis Statis

Dermatitis stasis biasa disebut juga eksim vena merupakan penyakit yang jarang dikenal masyarakat. Penyakit ini merupakan salah satu jenis dari 7 jenis dermatitis lainnya. Gejala awal dermatitis stasis ditandai dengan iritasi kulit, kemerahan, bengkak, merasa berat saat berjalan pada kaki bagian bawah terutama setelah beraktivitas seharian.

Kondisi dermatitis stasis disebabkan karena kelainan katup pembuluh darah vena kaki sehingga aliran darah menumpuk dan menekan pembuluh darah sehingga menimbulkan pembengkakan. Singkatnya penyakit ini dipicu oleh buruknya sistem aliran darah di kaki. Berikut kondisi-kondisi yang memiliki faktor risiko menderita dermatitis stasis.

  • Perempuan

Perempuan lebih berisiko daripada laki-laki karena kondisi kehamilan yang dialami perempuan memengaruhi sistem vena pada tungkai kaki. Sebuah kasus di Inggris menunjukkan penderita penyakit ini terjadi pada 21% laki-laki dan 25% perempuan pada sampel penduduk lansia.

  • Usia lebih dari 50 tahun

Seiring meningkatnya umur, maka kemungkinan terjangkit dermatitis stasis juga semakin tinggi. Di Amerika, penyakit ini biasa terjadi pada 15-20 juta penduduk lansia usia 50 tahun ke atas. Penduduk usia muda juga mungkin bisa terjangkit apabila dalam kondisi tertentu seperti trauma, memiliki riwayat pembekuan darah di vena, infeksi yang berulang, atau keadaan setelah operasi. 

  • Overweight atau obesitas

Berat badan yang melebihi normal membuat pembuluh darah berada dalam tekanan lebih besar melebih kemampuan normalnya. Sebuah studi menyebutkan seseorang dengan Indeks Masa Tubuh (IMT) melebihi normal berisiko mengalami penyakit ini. Jika penderita dermatitis stasis tidak mampu menurunkan berat badan, maka pilihan lain yang harus dilakukan yaitu bed rest.

  • Penderita hipertensi

Biasanya penderita dermatitis stasis memiliki kondisi hipertensi vena kronis. Kondisi ini terjadi karena penderita mengalami tekanan darah tinggi di bagian pembuluh darah kaki. Hal tersebut menyebabkan pembuluh darah bocor ke bawah karena efek gravitasi. Apabila pengobatan hipertensi vena kronis berhasil, maka kondisi dermatitis stasis juga akan membaik seiring waktu.

  • Penderita penyakit ginjal

Sebuah studi menyebutkan bahwa sebanyak 2% penderita gagal ginjal mengalami dermatitis. Pengobatan dialisis pada gagal ginjal menyebabkan rasa gatal tingkat tinggi yang merupakan salah satu gejala dermatitis stasis. Penelitian yang ditemukan mengenai hubungan penyakit ginjal dan dermatitis masih sedikit dan diperlukan penelitian lanjutan.

  • Mengalami banyak kelahiran

Telah disebutkan sebelumnya bahwa hipertensi vena kronis berhubungan erat dengan dermatitis stasis. Sebanyak lebih dari 80% perempuan hamil mengalami hipertensi vena kronis. Saat hamil, perubahan sistem aliran darah memang terjadi secara signifikan. Semakin sering kehamilam terjadi maka kemungkinan mengalami hipertensi vena kronis juga semakin besar.  

  • Duduk atau berdiri dalam waktu yang lama

Gejala pembengkakan kaki akan timbul ringan di pagi hari, namun semakin parah setelah seharian bekerja dalam keadaan berdiri. Tak hanya itu, penderita juga akan merasa berat dan kesakitan setelah berdiri atau duduk berjam-jam. Anda perlu mengambil waktu istirahat dengan cara berjalan ringan selama 10 menit setiap jamnya. Latihan fisik juga bisa jadi solusi lainnya, tapi terlebih dahulu konsultasikan ke dokter untuk jenis dan durasinya.

  • Memiliki kondisi lain pemicu dermatitis stasis

Kondisi-kondisi lainnya yang memicu terjadinya penyakit ini diantaranya adalah Deep Vein Thrombosis (DVT) atau penggumpalan darah pada kaki, gangguan jantung, serta gumpalan darah pada kaki. Faktor risiko di atas tidak semuanya bisa menjadi penyebab dan pemicu terjadinya dermatitis stasis. Ada beberapa penderita yang hanya memiliki sedikit faktor risiko tersebut, namun ada juga yang lebih dari itu. Ada baiknya jika Anda telah menemukan tanda dan gejala awal, segera konsultasikan kepada dokter.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>