Dilema Berat Wanita Setelah Melahirkan, Memilih Bekerja Atau Di Rumah?

Bingung harus mempertahankan karir dan pendapatan atau mengasuh bayi? Memilih bekerja atau di rumah memang rumit, karena persoalan ini tidak hanya melulu seputar masalah finansial saja. Dewasa ini, banyak wanita dari berbagai latar belakang ekonomi yang lebih memilih mengasuh anak di rumah. Jika Anda termasuk yang masih bingung memilih bekerja atau di rumah, poin-poin berikut mungkin bisa membantu Anda membuat keputusan:

  1. Finansial

Kondisi finansial tentunya adalah faktor penting dalam memilih bekerja atau di rumah. Biaya-biaya kebutuhan primer seperti sandang, pangan, papan, dan kesehatan harus dipertimbangkan dengan masak-masak. Setiap rumah punya kebutuhan finansial yang berbeda-beda, jadi tentunya pilihan ini kembali lagi kepada perhitungan pendapatan dan biaya yang dibutuhkan.

Diskusikan masalah finansial ini dengan pasangan, dan jika Anda berdua membutuhkan bantuan, coba diskusikan dengan ahli finansial untuk memberikan solusi secara profesional.

  1. Preferensi Pribadi

Perasaan Anda penting dalam memilih bekerja atau di rumah, karena akan ada pengaruhnya terhadap kehidupan anak juga. Para ahli mengatakan bahwa tingkat kepuasan ibu dan kualitas waktu yang diluangkan bersama anak adalah komponen terbesar terhadap perkembangan intelektual dan emosional anak, serta menentukan kemampuannya untuk sukses di kemudian hari. Artinya, ibu yang berbahagia terhadap kualitas hidupnya akan lebih puas dan memiliki hubungan dengan anak yang lebih baik.

  1. Dukungan Pasangan

Dukungan pasangan juga penting dalam memilih bekerja atau di rumah. Jika pasangan tidak puas dengan keputusan Anda untuk di rumah, maka mereka dikhawatirkan menjadi enggan membantu kebutuhan rumah, membesarkan anak, dan sebagainya. Sebaliknya, jika memilih bekerja, maka bisa saja pasangan menilai tindakan Anda egois. 

Daripada mengambil keputusan secara terburu-buru, coba evaluasi dalam jangka waktu 6 bulan kondisi yang sedang berjalan. Pikirkan potensi-potensi yang mungkin muncul dan cara mengatasinya, misalnya jika ibu bekerja maka harus ada solusi antar jemput anak dan sebagainya.

  1. Dukungan Teman

Apapun keputusan dari memilih bekerja atau di rumah, pastikan Anda punya dukungan dari teman atau keluarga yang siap mendengarkan. Jika memilih tinggal di rumah, Anda akan menemukan wanita lain dengan pilihan yang sama di lingkungan sekitar rumah. Jika memilih bekerja, Anda juga disarankan untuk bersosialisasi dengan wanita yang memiliki kondisi sama. Komunitas ini akan memberikan bantuan dan dukungan karena paham akan dilema yang dihadapi.

  1. Karir dan Lingkungan Kerja

Posisi karir dan lingkungan kerja yang bersahabat akan mempersulit memilih bekerja atau tinggal di rumah. Sebaliknya, jika pimpinan kantor tidak fleksibel dan pengertian, maka akan mudah untuk memilih tinggal di rumah. Namun sebelum Anda gegabah, pertimbangkan  juga kemungkinan untuk kembali bekerja setelah berhenti dari perusahaan sekarang. Cari tahu cara untuk tetap relevan di bidang pekerjaan Anda, jika dibutuhkan. 

  1. Kultur Sosial

Tradisi atau norma-norma sosial sering mendikte wanita untuk memilih tinggal di rumah daripada bekerja. Wanita karir mungkin akan merasa bersalah jika harus meninggalkan anak di rumah saat bekerja. Banyaknya penekanan terhadap asuhan ibu demi kebaikan anak juga akan membuat pilihan ini kian dilematis.

Terlepas dari didikan dan normal sosial, cara terbaik adalah menganalisa kembali kebutuhan Anda, termasuk target dan tujuan dalam hidup. Prioritaskan kebahagiaan Anda karena ibu yang bahagia membuat keluarga lebih bahagia.

Apapun keputusan Anda dalam memilih bekerja atau tinggal di rumah, ingat bahwa tidak ada yang sempurna dalam membesarkan anak. Cari tahu definisi orangtua terbaik menurut Anda dan jangan menyesal terhadap perubahan yang terjadi dari keputusan Anda. Terakhir, ingat bahwa tidak ada hal yang mutlak. Artinya Anda juga harus fleksibel dan berpikiran terbuka. Perubahan pasti akan terjadi, dan saran terbaik untuk Anda adalah tetap menjalani dengan penuh semangat dan keikhlasan.

Tags:  ,

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>