Category Uncategorized

Apa Saja Manfaat Cempedak?

Jika Anda ingin menjaga kesehatan, tentunya Anda perlu mengkonsumsi makanan yang sehat. Salah satu jenis makanan yang dapat dikonsumsi adalah buah. Ada berbagai macam buah yang dapat dicoba, salah satunya termasuk cempedak. Mungkin Anda belum pernah mengetahui jika buah tersebut ada. Meskipun jarang diketahui, manfaat cempedak beragam bagi tubuh manusia.

Pengertian Buah Cempedak

Bagi Anda yang tidak tahu apa itu buah cempedak, pada dasarnya buah tersebut merupakan buah yang terlihat seperti nangka. Bentuk buah tersebut serupa dengan nangka, bahkan buah ini juga memiliki ‘keluarga’ yang sama dengan nangka dan sukun. Jika Anda mencicipi buah cempedak, rasanya sama seperti nangka. Yang menjadi perbedaan antara cempedak dan nangka adalah tekstur, aroma, dan kelembutan pada buah tersebut.

Buah cempedak dianggap lebih menarik daripada buah nangka, karena memiliki tekstur yang lebih lembut dan aroma yang lebih menyengat. Tidak hanya terlihat bagus dan memberikan kenikmatan pada mulut, buah cempedak juga mengandung banyak nutrisi sehingga bermanfaat bagi tubuh manusia.

Kandungan Nutrisi Buah Cempedak
Berikut adalah kandungan nutrisi yang ada pada buah cempedak:

  • Kalori: 117 kilo kalori.
  • Air: 66,7 gram.
  • Protein: 2,5 gram.
  • Lemak: 0,4 gram.
  • Karbohidrat: 25,8 gram.
  • Serat: 3,4 gram.
  • Kalsium: 40 mg.
  • Fosfor: 5 mg.
  • Besi: 1,1 mg.
  • Vitamin B1: 0,16 mg.
  • Vitamin B2: 0,15 mg.
  • Vitamin C: 17,7 mg.

Manfaat Buah Cempedak

Karena memiliki banyak nutrisi, buah cempedak juga dapat memberikan berbagai manfaat bagi tubuh manusia. Manfaat cempedak adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan kesehatan mata

Salah satu manfaat buah cempedak adalah meningkatkan kesehatan mata manusia. Hal tersebut berguna bagi seseorang yang memiliki pekerjaan yang melibatkan mata seperti pengamat.

  • Menjaga kesehatan pencernaan

Manfaat lain yang diperoleh dari buah cempedak adalah menjaga kesehatan pencernaan manusia. Buah cempedak mengandung vitamin C dan serat untuk mencegah manusia mengalami sembelit atau susah buang air besar.

  • Menyehatkan jantung

Manfaat lain yang diperoleh dari buah cempedak adalah mampu menyehatkan jantung manusia. Jantung manusia akan terus terjaga karena didukung oleh serat dan vitamin C. Buah cempedak juga dapat mengatur kadar kolesterol sehingga jantung manusia terus bergerak secara teratur.

  • Menurunkan kolesterol

Manfaat lain dari buah cempedak adalah mampu menurunkan kolesterol. Kandungan vitamin C yang ada pada buah cempedak mampu mencegah kolesterol jahat (LDL) sehingga dapat melancarkan aliran darah dan menjaga kolesterol baik (HDL) di dalam tubuh.

  • Mengurangi risiko stroke

Buah cempedak juga bermanfaat untuk mengurangi risiko stroke. Penyakit stroke merupakan salah satu penyakit yang dapat memicu kematian. Stroke tidak hanya terjadi pada orang-orang yang berada di usia yang tua, namun stroke juga bisa terjadi pada orang-orang yang usianya masih muda.

  • Mengatasi tumor

Manfaat lain dari buah cempedak adalah mampu mengatasi tumor. Meskipun dapat mengatasi tumor, para peneliti masih membutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai efek yang terjadi pada tubuh manusia.

  • Mengatasi malaria

Manfaat lain buah cempedak adalah mampu mengatasi malaria. Para peneliti klaim bahwa beberapa senyawa yang terkandung dalam kulit kayu dan buah cempedak, seperti artioindonesianidin dan heteriflavon C, dianggap berkhasiat untuk melindungi tubuh manusia dari malaria.

Kesimpulan

Manfaat cempedak beragam karena memiliki banyak nutrisi yang sehat. Buah cempedak bisa menjadi salah satu makanan yang dapat Anda konsumsi, jika ingin menjaga kesehatan tubuh. Walaupun terlihat sama dengan buah nangka, buah cempedak lebih menarik karena teksturnya dan memiliki bau yang menyengat.

Read More

Kenali 5 Bahaya Memakai Behel serta Cara Mengatasinya

Atasi bahaya memakai behel agar tidak menimbulkan permasalahan baru pada mulut dan gigi.

Beberapa orang memiliki susunan gigi yang kurang rapi atau posisi rahang yang kurang pas. Biasanya, dokter gigi akan memasang kawat gigi atau behel untuk merapikannya. Setelah pemakaian beberapa waktu, diharapkan susunan gigi menjadi rapi dan posisi rahang pun kembali normal. Kadang timbul reaksi alergi dari pemasangan behel, meski belum dilaporkan bahaya memakai behel yang signifikan.

Umumnya, behel digunakan oleh anak-anak atau remaja, tapi tidak menutup kemungkinan digunakan oleh orang dewasa. Lama waktu pemakaian behel sangat tergantung kondisi awal gigi dan rahang, juga ketelatenan pasien untuk memeriksakan diri secara rutin ke dokter gigi.

Waspada bahaya memakai behel

Memakai behel merupakan sebuah komitmen. Beberapa orang harus menggunakannya selama bertahun-tahun. Maka wajar sekali bila di antara Anda, ada yang khawatir tentang bahaya memakai behel.

Apa saja sih yang sebenarnya perlu diwaspadai dari pemakaian behel ini?

1. Penumpukan plak dan masalah gusi

Salah satu risiko dari pemasangan behel, gigi jadi lebih sulit dibersihkan karena tertutup behel. Makanan juga jadi lebih sering menyangkut di sela antara behel dan permukaan gigi. Akibatnya, gigi jadi lebih mudah kotor dan terjadi penumpukan plak.

Tumpukan plak tersebut dapat memicu gigi berlubang serta karang gigi. Oleh sebab itu, seseorang yang memakai behel harus ekstra hati-hati dalam menjaga kebersihan gigi dan mulutnya.

Masalah kebersihan yang tidak terjaga juga dapat memicu masalah gusi. Plak yang timbul dapat menyebabkan peradangan gusi. Biasanya, gusi jadi bengkak dan merah.

2. Lapisan luar gigi terkikis

Lapisan terluar gigi, yang disebut enamel, dapat terkikis ketika seseorang menggunakan behel. Hal ini memang bukan bahaya memakai behel secara langsung, sebab kawat gigi memang tidak secara langsung menyebabkan pengikisan enamel.

Lagi-lagi masalah kebersihan dan penumpukan plak yang memicu terkikisnya enamel. Sulitnya membersihkan sisa makanan ketika memakai behel memang sering menjadi persoalan.

3. Panjang akar gigi berkurang

Untuk jangka panjang, bahaya memakai behel dapat memicu resorpsi gigi. Suatu kondisi di mana panjang akar gigi berkurang sebagai upaya gigi agar tetap dapat bergerak.

Resorpsi akar gigi baru akan menimbulkan masalah serius bila terjadi cukup banyak. Gigi bisa goyang, dan pada kondisi yang lebih parah, dapat lepas dengan sendirinya. Namun, hal ini hanya terjadi apabila tidak dilakukan perawatan behel dengan baik. Behel tidak dilepas bertahun-tahun padahal sudah tidak melakukan pemeriksaan rutin misalnya.

4. Relapse

Relapse atau gigi kembali berantakan merupakan salah satu bahaya memakai behel yang sangat tidak diharapkan. Hal ini biasanya terjadi apabila pasien tidak mengikuti instruksi dokter gigi, terutama setelah behel dilepas.

5. Alergi

Behel terdiri dari lateks dan metal, meski jarang, beberapa orang memiliki alergi terhadap kedua bahan tersebut. Maka, penting sekali untuk menyampaikan riwayat alergi kepada dokter gigi Anda, sebelum menjalani prosedur pemasangan behel.

Inilah cara mengatasinya

Bahaya memakai behel tersebut dapat dihindari dengan cara-cara di bawah ini:

– Kurangi asupan makanan tinggi gula

Glukosa yang dikonsumsi dalam jangka panjang meningkatkan kemungkinan terbentuknya plak dan gigi berlubang.

– Gosok gigi perlahan

Cara menggosok gigi ketika memakai behel tidak dapat disamakan dengan kondisi gigi tanpa behel. Gosok gigi perlu dilakukan setiap selesai makan, gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride, serta gunakan sikat gigi dengan bulu lembut. Saat ini, bahkan tersedia sikat gigi khusus untuk gigi yang memakai behel.

– Hindari makanan lengket

Makanan lengket, seperti permen karet atau karamel, dapat membuat kawat gigi tertarik. Maka, sebaiknya tidak dikonsumsi selama memakai behel.

– Periksa secara rutin

Terakhir, tentu saja Anda perlu memeriksakan diri secara rutin ke dokter gigi. Setiap ada keluhan, selalu berdiskusi dengan dokter gigi yang merawat Anda. Di luar bahaya memakai behel yang mungkin timbul, manfaat dari pemasangan kawat gigi ini tetap jauh lebih banyak. Selama dirawat dengan baik, berbagai risiko tersebut dapat dihindari.

Read More