Cara-Cara Ini Dapat Mencegah Filariasis

Tahun 2019, Kemenkes mencatat kasus filariasis di Indonesia mencapai angka 13.000, tersebar di Papua, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, hingga Aceh.

kaki gajah

Filariasis, atau disebut juga penyakit kaki gajah, merupakan kondisi medis akibat infeksi cacing filaria. Disebut penyakit kaki gajah karena infeksi ini kerap menyerang kaki, ditandai dengan pembengkakan pada kaki. Meski demikian, terdapat bagian tubuh lain yang dapat mengalami filariasis, antara lain kelamin, dada, dan lengan.

Jarang memberikan aba-aba berupa gejala awal, penyakit ini sering kali ditemukan dalam kondisi yang sudah parah. Oleh karenanya, upaya pencegahan perlu dimaksimalkan.

Mencegah terjadinya filariasis

Penyakit ini ditimbulkan oleh cacing jenis filaria yang menginfeksi pembuluh getah bening. Namun, bukan berarti cacing filaria hanya akan berada pada pembuluh getah bening. Cacing filaria ini dapat beredar dalam pembuluh darah penderita filariasis.

Melalui gigitan nyamuk, filariasis dapat menular dari penderita ke orang sehat lainnya. Saat nyamuk menggigit tubuh penderita penyakit kaki gajah, cacing filaria akan terbawa bersama darah yang dihisap oleh nyamuk dan masuk ke dalam tubuh nyamuk.

Saat nyamuk yang membawa cacing filaria tersebut menggigit orang sehat, maka cacing akan masuk ke dalam tubuh orang tersebut dan menimbulkan infeksi serupa. Di dalam tubuh, cacing akan berkembang biak dan menyumbat pembuluh getah bening. Inilah yang menyebabkan terjadinya pembengkakan.

Pembengkakan yang diketahui sejak dini dapat diatasi dengan baik. Akan tetapi, bila diketahui saat pembengkakan sudah terlalu besar, biasanya tidak dapat mengecil kembali dan akan menjadi cacat permanen.

Itu sebabnya, upaya-upaya pencegahan penting dilakukan, sebelum terjadi infeksi dan kondisi memburuk. Untuk mencegah terjadinya filariasis, Anda perlu memahami faktor-faktor yang meningkatkan risiko terjangkit penyakit tersebut.

Sebagai contoh, tinggal di wilayah yang menjadi endemik filariasis tentu membuat Anda berpotensi tinggi tertular penyakit tersebut. Begitu juga, tinggal di daerah dengan tingkat higienis dan sanitasi yang kurang baik.

Jadi, untuk mencegah infeksi cacing filaria, Anda perlu menghindari faktor-faktor pemicunya, antara lain:

1. Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal

Seperti telah disebutkan sebelumnya, filariasis menular melalui gigitan nyamuk. Serangga ini mudah tumbuh di lingkungan yang kotor dan banyak genangan air. Maka, Anda perlu selalu menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal untuk menekan   potensi tumbuhnya nyamuk di lingkungan Anda.

Bersihkanlah genangan air, pot, bak mandi, atau tempat lain yang berisiko menjadi sarang nyamuk secara rutin.

2. Memakai pakaian tertutup

Bagi Anda yang harus beraktivitas di daerah endemik atau berada di lingkungan yang berisiko terpapar gigitan nyamuk, sebaiknya gunakanlah pakaian yang tertutup. Tujuannya, tentu agar bagian tubuh Anda tidak terekspose dan tidak digigit nyamuk.

3. Menggunakan losion anti nyamuk

Kini, cukup banyak produk losion anti nyamuk yang beredar di pasaran. Anda dapat menggunakannya untuk memaksimalkan proteksi dari gigitan nyamuk.

4. Memakai kelambu ketika tidur

Sering kali orang digigit nyamuk saat tertidur. Anda juga tentu tidak bisa terus berusaha menyingkirkan nyamuk dalam keadaan tertidur, sehingga memakai kelambu tidur dapat membantu untuk menghindari gigitan nyamuk.

Agak sulit untuk mengetahui apakah Anda tertular filariasis atau tidak, sebab di awal penyakit ini jarang sekali menunjukkan gejala. Anda perlu waspada dan mengamati bagian tubuh Anda. Bila ditemukan pembengkakan yang disertai penebalan kulit, khususnya pada kaki, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>