Abses Otak, Berikut Penyebab dan Gejala yang Juga Dialami Anak

Abses memang bisa muncul di mana saja, seperti di kulit, gigi, vagina, anus, hingga otak. Abses otak adalah pembengkakan yang berisi nanah yang muncul di otak. Kondisi ini terjadi ketika adanya infeksi bakteri atau jamur masuk ke jaringan otak.

Abses otak juga dapat disebabkan oleh infeksi paru-paru, jantung, telinga, serta sinus dan abses gigi.

Abses otak juga kondisi yang jarang terjadi di semua usia. Seringnya terjadi oada orang yang berusia 30-45 tahun.

Penyebab dan Faktor Risiko Abses Otak

Ada beberapa hal yang membuat abses otak dapat berkembang, yaitu:

  • Adanya infeksi di dalam tengkorak seperti infeksi telinga tengah, mastoiditis, atau sinusitis, yang berpotensi menyebar langsung ke otak
  • Adanya trauma seperti terjadinya cidera kepala yang parah
  • Infeksi di bagian tubuh lain, seperti infeksi penyebab pneumonia, endokarditis, abses gigi, yang juga berpotensi menyebar ke otak melalui aliran darah.

Ada juga faktor risiko yang meningkatkan infeksi abses otak, yaitu:

  • Kanker, diabetes, hingga adanya penyakit kronis lain
  • Lemahnya sistem imun tubuh atau rusak akibat penyakit HIV/AIDS
  • Meningitis
  • Penyakit kantung kongenital
  • Obat yang mengganggu sistem imun tubuh, misalnya sedang menjalani kemotrapi

Tidak memiliki faktor risiko ini, bukan berarti Anda tidak bisa menderita abses otak ini. Jika Anda ragu dan ingin mendapatkan informasi lebih rinci, hubungi dokter spesialis agar tidak mendiagnosis sendiri.

Tanda dan Gejala Abses Otak

Sebenarnya gejala abses otak ini dapat muncul tiba-tiba dan berkembang secara perlahan. Gejala yang mungkin terjadi antara lain:

  • Mual
  • Muntah
  • Penurunan fungsi bicara
  • Kebingungan atau disorientasi, mudah tersinggung, dan penurunan respons
  • Perubahan fungsi penglihatan
  • Penurunan fungsi gerak akibat fungsi otot hilang
  • Mengalami demam di atas 38 derajat Celsius
  • Menjadi gelisah dan kepribadian berubah
  • Sakit kepala hebat
  • Leher kaku, terutama ketika demam dan menggigil
  • Peka terhadap cahaya

Anak Juga Dapat Mengalami Abses Otak

Anak juga rentan terkena abses otak. Namun, penanganan yang cepat dapat membuat risiko komplikasinya jadi lebih berkurang.

Penyebab terjadinya abses otak pada anak umumnya karena:

  • Virus atau bakteri bisa langsung masuk ke otak akibat ada bagian kepala yang mengalami luka terbuka
  • Infeksi dapat menyebar melalui aliran darah dari area dada atau dari paru-paru
  • Infeksi juga dapat menyebar karena adanya area terdekat yang mengalami infeksi, seperti telinga, infeksi gigi, bahkan sinusitis.

Ada beberapa gejala yang khas dialami oleh anak yang mengidap abses otak. Gejala tersebut berupa:

  • Anak mengalami demam tinggi
  • Anak merasa kantuk yang tidak biasa
  • Terdapat tonjolan di bagian fontanel kepala
  • Anak menangis dengan nada yang melengking
  • Mengalami sakit kepala yang terasa sangat parah
  • Kejang-kejang
  • Mual dan muntah dengan semburan yang kuat
  • Tungkai lengan atau kaki kaku
  • Nafsu makan menjadi sangat buruk

Segelah konsultasikan ke dokter apabila anak mengalami gejala tersebut agar infeksi tidak menjadi semakin parah. Dokter akan melakukan pemeriksaan berupa CT scan, MRI, tes darah, dan pemeriksaan lainnya.

Setelah dilakukan perawatan, ada anak yang dapat pulih secara keseluruhan, namun ada juga yang membutuhkan proses yang lama. Ada berbagai kondisi yang dialami oleh anak ketika perawatan seperti, kesulitan berbicara, sulit bergerak, hingga mengalami kejang.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>